Archive for December, 2008
Tes CPNSD Kabupaten Pacitan Digelar
Berita Pacitan – Peserta yang lolos syarat tes CPNSD Kabupaten Pacitan hari ini memperebutkan 486 Formasi, Formasi tersebut meliputi tenaga pendidikan 340, tenaga kesehatan 104 dan 42 dari tenaga teknis.
Jumlah peserta tes penerimaan CPNSD Kabupaten Pacitan pada penerimaan tahun ini sebanyak 7.360 orang, dengan rincian yang memenuhi syarat sebanyak 6.494 orang, sedangkan jumlah pelamar yang tidak memenuhi syarat sebanyak 865 orang.
Menurut Ketua Panitia Rekrutmen CPNSD Kabupaten Pacitan, Mulyono, Demi kelancaran ujian, kami meminta Dinas Pendidikan, agar memberikan dispensasi para siswa yang gedung sekolahnya digunakan diliburkan. Pasalnya , tes kali ini membutuhkan 327 ruang kelas yang tersebar di 30 gedung sekolah di Kabupaten pacitan,
Sedangkan untuk sistim pengawasan, lanjut Mulyono yang juga menjadi Sekda, Satu ruang kelas ditempati 20 peserta dan 2 petugas pengawas. Dengan model itu pelaksanaan tes diharapkan lebih tertib dan transparan,”papar dia pengawas CPNSD tes hari ini melibatkan para guru dan kepala sekolah serta petugas yang ditunjuk masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah”.
Tentang waktu pelaksanaan tes yang berbeda dengan daerah lain, Mulyono menjamin tidak masalah. Ini termasuk kekhawatiran adanya kesamaan soal ujian dengan daerah lain. Seperti diketahui, pelaksanaan tes CPNS Propinsi Jawa Tengah telah dilaksanakan minggu lalu. Dengan demikian, sesuai pentahapan pengumuman hasil tes akan diketahui sepekan berikutnya. (Riri)
Pengumuman Hasil Tes CPNS Pacitan 2008 segera diumumkan di Surat Kabar Jawa Timur
Berita Pacitan – Sebanyak 6.494 orang yang lolos Penerimaan CPNSD Kabupaten Pacitan pada pengumuman penerimaan tahun ini mengikuti tes hari ini (10/Des), Pada Tes CPNSD (Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah) kali ini panitia menggunakan 327 ruang kelas dari 30 sekolah yang ada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur,
Sedangkan jumlah pelamar yang mendaftar sebanyak 7.360 dengan rincian yang memenuhi syarat sebanyak 6.494 orang, sedangkan jumlah pelamar yang tidak memenuhi syarat sebanyak 865 orang.
Menurut Mulyono, guna menjamin kelancaran pelaksanaan tes CPNS, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP (Satuan Polisi Praja). Sedangkan untuk pengawas tes CPNSD kabupaten pacitan ini melibatkan personel dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Mulyono juga menambahkan, pihaknya optimis jika pelaksanaan tes CPNSD di Kabupaten Pacitan tidak ada kebocoran soal maupun sistem perjokian. Karena, pengamanan soal tes CPNSD dijaga ketat oleh pihak yang berwenang, sedangkan pemeriksaan pada peserta tes dilakukan dengan ketat.
Untuk diketahui, pelaksanaan tes CPNS Propinsi Jawa Tengah telah dilaksanakan pada minggu lalu. Dengan begitu, sesuai pentahapan pengumuman hasil tes akan diketahui sepekan berikutnya.
Formasi penerimaan CPNSD Kabupaten Pacitan sesuai dengan keputusan Menteri (PAN) Pemberdayaan Aparatur Negara sebanyak 486 formasi, meliputi tenaga pendidikan 340, tenaga kesehatan 104 dan 42 dari tenaga teknis.
Pengumuman Hasil Tes CPNS Pacitan 2008 segera diumumkan
(Rib.)
Kendaraan PLTU Dilarang Lewat Warga Kecewa Tidak ada Perhatian dari Pihak Terkait
Karena aspirasi tidak pernah diperhatikan, terpaksa warga menutup jalan. warga Dusun Nawangan, Bogoharjo, Ngadirojo, Pacitan, menutup jalan desa, Sabtu (6/12) malam. Penutupan jalan tersebut hanya untuk kendaraan truk proyek PLTU Sudimoro yang mengambil material batu koral di desa tersebut. Warga juga memasang tulisan besar kendaraan proyek PLTU dilarang lewat,” kata Ali, salah seorang warga setempat.
Sebab, setiap hari jalan tersebut dilewati sekitar 20 sampai 30 kendaraan berat. Masing-masing kendaraan bolak-balik sampai enam kali. Padahal, jalan desa tersebut sekarang menjadi satu-satunya penghubung antara kota kecamatan dengan desa-desa di wilayah utara. Apalagi, jalan di Desa Cangkring putus diterjang banjir beberapa waktu lalu. ”Tidak hanya jalan, jembatan swadaya masyarakat juga rusak. Bahkan, gorong-gorong dan saluran tidak berfungsi. Sehingga, jika hujan deras air meluap ke pemukiman warga,” papar Ali.
Sebagai puncak kekecewaan, warga pun menutup jalan. Warga bersedia membuka akses jalan desa tersebut jika tuntutan mereka dipenuhi. Di antaranya, Proyek diteruskan jika pelaksana bisa menunjukkan surat ijin penambangan. Pengangkutan material dalam keadaan kering. Aktivitas proyek dimulai setelah pukul 07.00. Dengan argumen, jalan desa sangat sempit sehingga membahayakan anak-anak berangkat sekolah.
Warga juga meminta perbaikan jalan. Sebab, saat ini, jika hujan turun, jalan menjadi becek, berlumpur dan licin. Selain jalan, jembatan dan talud juga harus diperbaiki. Sebagai kompensasi kerusakan jalan pascakegiatan proyek, warga meminta retribusi sebesar Rp 5 juta per bulan. Uang tersebut dipergunakan warga untuk memperbaiki jalan rusak. ”Warga sadar, PLTU merupakan proyek nasional yang harus disukseskan. Tetapi, pelaksana proyek juga harus memperhatikan kondisi lingkungan akibat kegiatan proyek,” imbuh Ali. (JP)