3 Balita di Kabupaten Pacitan Terindikasi Kurang Gizi

KESEHATAN PACITAN – Tiga anak balita di Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung,
Pacitan, terindikasi kurang gizi. Ketiganya, tidak saja mengalami
gangguan pertumbuhan. Tetapi, juga perlu penanganan tenaga medis.
“Kami sudah survey ke lokasi. Ketiga balita itu butuh bantuan
secepatnya,” kata Kabid Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan, Pacitan,
Wawan Kasiyanto.
Dijelaskan Wawan, Feril, misalnya. Balita berusia dua tahun itu,
mengalami gangguan pertumbuhan. Selain itu, sejak lahir sudah
menderita kelainan pada telapak kaki. Sehingga, perlu terapi dengan
bantuan sepatu khusus. “Tepalak kakinya bengkok, sulit berjalan, berat
badan dan tinggi tubuh tidak normal.”
Balita malang ini disebabkan kondisi ekonomi dan kurangnya perhatian
kesehatan dari orang tua. Sejak usia 7 hari hingga sekarang, tinggal
bersama kakek-neneknya. Disisi lain, kondisi ekonomi kakek-neneknya
cukup miskin. Kakeknya hanya buruh di kebun dan diduga menderita
sakit. Sehingga, keluarga itu butuh bantuan pangan dan pengobatan.
Baik balita maupun si kakek.
Gangguan pertumbuhan juga dialami Sabrina. Balita berusia dua tahun
ini terindikasi kurang gizi. Akibatnya, balita itu tidak tumbuh normal
seperti kebanyakan anak-anak diusianya. Sedang Dina,4, mengalami
masalah kesehatan. Diduga, sejak lahir mengalami gangguan di saluran
THT. Sehingga, balita itu menjadi tuli, bisu dan ada dugaan mengalami
gangguan syaraf. “Ekonomi orang tuanya cukup mampu. Hanya
pengobatannya saja yang kurang,” imbuh Wawan.
Untuk menangani kasus tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan
dinas terkait. Terlebih, balita dan keluarganya belum tercatat sebagai
anggota Jamkesmas. Mengenai hal itu pihaknya akan berkoordinasi dengan
instansi lainnya mempercepat kepengurusannya. Sehingga, secara
administrasi memudahkan penanganan kasus itu.
Diakuinya, awalnya, ada 6 balita yang diindikasi mengalami kurang
gizi. Namun, setelah dilakukan survey langsung ke masing-masing
lokasi, 3 balita lainnya dinyatakan sehat. Gangguan pertumbuhan yang
dialami disebabkan faktor keturunan. “Orang tuanya memang pendek.
Tentu saja, anaknya juga pendek, tetapi sehat”.

Leave a Reply