Benahi Pariwisata pacitan untuk genjot PAD

PARIWISATA PACITAN – Guna meningkatkan penerimaan dari sektor pariwisata,
Pemerintah Kabupaten Pacitan, menempuh langkah diversifikasi. Salah
satunya dengan melakukan penganekaragaman tujuan wisata. Diharapkan,
langkah itu mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Sekarang
tengah mengembangkan desa wisata,” kata Kabid Pengembangan Pariwisata
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudperpora),
Rahmat Dwiyanto, Senin (26/10).
Ada beberapa desa yang akan disulap menjadi aset wisata. Seperti di
wilayah barat ada Desa Piton dan Kendal (Kecamatan Punung) serta Desa
Sendang (Kecamatan Donorojo). Sedangkan di wilayah utara yakni Desa
Karangrejo (Kecamatan Arjosari). Yang terakhir dan baru dirintis
adalah Desa Purwoasri di Kecamatan Kebonagung. “Desa Purwoasri
nantinya diproyeksikan untuk kerajinan gerabah seni,” terang Rahmad.
Dikatakannya, rintisan desa wisata untuk Kecamatan Kebonagung ini
sekaligus untuk mendukung dan memasarkan obyek-obyek wisata lainnya,
baik yang bernuansa alam maupun spiritual. Seperti, pertapaan Gunung
Limo, Desa Sidomulyo maupun Pantai Kaliwuluh di Desa Klesem. Saat ini,
keberadaan pantai Kaliwuluh cukup dikenal. Khususnya bagi para pecinta
olahraga selancar air, baik dari peselancar lokal maupun mancanegara.
“Jadi para wisatawan ketika berkunjung bisa menikmati banyak obyek
wisata yang beragam di Kebonagung.”
Tidak itu saja, mulai tahun depan Disbudperpora juga akan
mengembangkan lokasi wisata pemandian air hangat di Kecamatan
Arjosari. Rencananya, di lokasi itu akan dioperasikan spa dengan
baiaya yang cukup murah. Tentu ini menjadi terobosan menarik bagi
pemasaran produk pariwisata. “Dijamin lebih murah dari spa di
kota-kota. Dengan tiket Rp 10 ribu pengunjung bisa memanfaatkan spa di
kompleks pemandian air hangat,” papar Rahmad.
Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, pembangunan bidang pariwisata bukan
lagi mutlak milik pemerintah namun juga harus melibatkan pihak swasta
dan masyarakat sebagai subyeknya. Dari beberapa lokasi desa wisata
yang sudah ditetapkan, beberapa diantaranya kurang begitu diminati
pengunjung, khususnya desa-desa diwilayah barat Pacitan. Oleh sebab
itu, terkait manajemen pengelolaan, pihaknya telah melakukan evaluasi
terhadap desa yang bersangkutan agar terobosan upaya ini tidak jalan
ditempat. “Sesuai evaluasi, beberapa hal harus dibenahi.”
Pada tahun ini, sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD,
Disbudperpora ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp 750 juta. Target
itu sendiri bisa terpenuhi, bahkan over. Jumlah tersebut terbanyak
berasal dari obyek-obyek wisata yang dikelola pemkab, yakni Rp 500
juta. Sementara Rp 300 juta disumbang pihak swasta yang mengelola
Pantai Teleng Ria, Pacitan. “Target PAD bisa kita penuhi hingga
mencapai Rp 800 juta,” jelas Rahmad.

evaluasi pengembangan sektor pariwisata terhadap pad, objek wisata bagi PAD, pengembangan pariwisata pedesaan dalam meningkatkan pades

One Response to “Benahi Pariwisata pacitan untuk genjot PAD”

  • amos:

    mohon setelah goa gong, pantai teleng kemana lagi oby sekitar Pacitan ?
    Kalau saya butuh pemandu siapa yang harus saya hubungi ?
    Dimana rumah makan bisa menampung 2 bus ?
    Bagaimana penginapan/ home stay ?
    mohon dijawab lewat emai musadiamos@yahoo.co.id
    salam
    amos

Leave a Reply