Archive for the ‘Berita Pacitan’ Category

Anggaran Pilkada Pacitan sebesar 4,6 M

Kendati pilkada masih satu tahun lagi, namun Komisi
Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pacitan, sudah melakukan berbagai
persiapan. Diantaranya tentang ajuan alokasi anggaran. Sebenarnya,
KPUD mengajukan sekitar Rp 4,6 milyar. Tetapi, pemkab mematok anggaran
pilkada sebesar Rp 4 milyar. “Mengenai anggaran tidak ada masalah
lagi,” kata ketua KPUD pacitan, Damhudi, Minggu (4/10). Read the rest of this entry »

email KPU Pacitan

Kantor PKB Pacitan akan ditempati Kader Ansor

Keinginan jajaran pengurus Pimpinan cabang (PC) Ansor
memanfaatkan kantor DPC PKB Pacitan, terus mengerucut. Hal itu
ditandai dengan kegiatan kerja bakti yang dilakukan kader dan
simpatisan Ansor, di kantor DPC PKB Minggu (4/10), pagi, kemarin.
“Secara resmi, pemanfaatan kontor itu dilakukan pada 11 Oktober
nanti,” kata Ketua PC Ansor Pacitan, Mutongin, disela-sela kegiatan
kerja bakti, Minggu (4/10).
Pemanfaatan kantor itu, lanjut Mutongin, sudah sesuai prosedur. Sebab,
sebelumnya, secara resmi sudah mengajukan permohonan terlebih dulu
pada penanggung jawab, yakni KH. Mukti pada 1 Oktober lalu. Dua hari
kemudian, permohonan itu dikabulkan, dengan waktu yang tidak Read the rest of this entry »

kantor pkb, pengurus nu kab pacitan

Gonjang ganjing Pilkada, Bupati Pacitan Diisukan Tahanan Luar KPK

Menjelang perhelatan pilkada bupati, tahun depan, suhu
politik mulai hangat-hangat tahi ayam. Bahkan, Bupati Pacitan, H.
Sujono, mengaku diisukan menjadi tahanan luar KPK. “Dulu, saya
diisukan ditangkap KPK. Sekarang, muncul isu baru, saya menjadi
tahanan luar KPK,” kata Bupati Pacitan, H. Sujono, disela-sela
sambutannya dalam acara penerimaan bantuan bagi warga miskin di Balai
Desa Banjarsari, Kec./Kab. Pacitan, kemarin (2/10). Read the rest of this entry »

H Sujono bupati Pacitan pilkada

Penyampaian Bantuan Untuk Warga Miskin Pacitan Dinilai Kurang Adil

Angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Pacitan masih
cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini
tercatat 44.162 KK miskin atau sekitar 19 persen lebih. Padahal, di
Jatim sebesar 18,89 persen dan nasional di bawah 16 persen. Tidak itu
saja, jumlah rumah tidak layak huni masih cukup banyak, yakni sekitar
14.700 rumah. “Wajar kalau warga miskin di Pacitan mendapat bantuan
dari Pusat maupun Pemprop Jatim,” kata Bupati Pacitan, H. Sujono, saat
penyerahan secara simbolis bantuan di balai Desa Banjarsari, Kec./Kab.
Pacitan, kemarin (2/10). Read the rest of this entry »

DANABANTUANKECAMATANTULAKAN, kab termiskin di jatim

Inspektorat Kabupaten Pacitan masih kekurangan tenaga auditor

PACITAN – Ternyata, sampai saat ini, Inspektorat Kabupaten Pacitan
masih kekurangan tenaga auditor. Untuk melaksanakan tugas pengawasan,
idealnya membutuhkan sekitar 20 orang auditor. “Saat ini, Inspektorat
baru memiliki 7 orang tenaga auditor,” kata Inspektur Inspektorat
Pacitan, Sugeng Basuki, kemarin (2/10).
Guna memenuhi kekurangan itu, pihaknya terus mengusulkan penambahan
tenaga auditor melalui rekruetmen CPNSD. Namun, hasilnya masih belum
sesuai harapan. Artinya, dari kegiatan rekruetmen pegawai, pemenuhan
khusus tenaga auditor masih belum mencukupi. Read the rest of this entry »

Korban Tewas Lakalantas di Kecamatan Pringkuku Menjadi Empat Orang

Satlantas Bakal Tertibkan Angkutan Umum
PACITAN – Akhirnya, korban meninggal kecelakaan truk di ruas jalan
Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Rabu (30/9),
menjadi empat orang. Yatemi,60, salah satu korban yang sempat
dilarikan ke rumah sakit di Solo. Korban menderita luka patah kaki dan
patah tulang di dada. “Sebelumnya dirawat di RSUD Pacitan. Tetapi,
keluarga berniat merujuk ke Solo, dan meninggal dalam perjalanan” kata
Winarto,30, salah seorang keluarga korban, saat ditemui di RSUD
Pacitan, kemarin (1/10). Read the rest of this entry »

poko kecamatan pringkuku, Pringkuku

Penerimaan CPNS tahun 2009 kabupaten pacitan belum final

Rencananya, tahun ini, Pemkab Pacitan kembali mengadakan
rekruetmen Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD). Sesuai usulan,
formasi tahun ini pemkab bakal merekrut sekitar 576 orang CPNS.
“tetapi, kepastiannya masih menunggu penetapan Pusat,” kata Kepala
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pacitan, Sutopo, Kamis
(1/10). Read the rest of this entry »

Bkd kab pacitan, sk cpns pacitan 2009, kapan sk cpns pacitan 2009, penerimaan sk cpns 2009 pacitan, CPNS PACITAN 2009, SK CPNS Kabupaten Pacitan 2009, SK CPNS kabupaten pacitan tahun 2009, SK cpns 2009 pacitan, SK CPNS 2009, Sk cpns pacitan formasi 2010

Keacamatan Punung, Donorojo pringkuku dan Punung mengalami Kekekeringan serius

Tiap memasuki musim kemarau, wilayah Pacitan barat selalu dihantui masalah kekurangan air bersih. Beberapa dusun di Kecamatan Donorojo, Punung dan Pringkuku selalu langganan kekeringan. Meski pipanisasi telah masuk ke beberapa desa di wilayah tersebut, namun belum semua warga yang dapat menikamti. Pasalnya, letak antara satu dusun ke dusun lainnya sangat berjauhan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Pacitan, Mulyono, sudah melakukan pemetaan kekeringan di wilayah itu. Aparat pemerintahan, seperti Camat dan Kepala Desa harus proaktif berkoordinasi jika ada warganya yang kekeurangan air bersih. “Jangan hanya menunggu laporan. Harus langsung turun ke wilayah rawan kekeringan,” kata Mulyono.

Saat ini, pemkab Pacitan sudah melakukan langkah antisipasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, pemkab telah menyiapkan armada tangki PDAM jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Sedangkan untuk jangka panjang, pemkab akan mencari dana hibah dari pihak luar untuk pipanisasi. Pasalnya, pembangunan pipanisasi membutuhkan dana yang sangat besar.

Pemkab, lanjut Mulyono juga akan mengoptimalkan sumber-sumber air yang ada. Dengan begitu, masalah kekurangan air dapat segera teratasi. Sementara, untuk wilayah yang belum mempunyai bak penampungan air, pemkab akan segera menyediakan. “Air bersih itu nantinya akan dikelola dan didistribusikan oleh warga setempat. Dan, yang terpenting air itu gratis,”tukas Mulyono.

Selain wilayah barat, pihaknya juga sudah memetakan kekeringan di wilayah timur. Diantaranya, Kecamatan Sudimoro dan sebagian Ngadirojo.

Jeruk pacitan yang begitu tersohor

Sesuai namanya, jeruk manis (Citrus sinensis) rasanya amat manis, dengan kadar asam yang sangat rendah. Jeruk manis umumnya hanya berbuah satu kali selama setahun.

Buahnya berbentuk bulat atau mendekati bulat. Ukurannya agak besar, bertangkai kuat, dengan warna kulit buah hijau sampai kekuningan dan mengkilat. Ketika masih kuncup, warna bunga umumnya putih atau putih kekuning-kuningan. Memiliki kelopak bunga membentuk cawan, dan daun bunganya sebanyak 5 helai.

Penampilan jeruk manis lebih terasa eksotik bila ditanam di dalam pot. Buahnya yang bundar itu tampak bergelantungan. Bahkan saking banyaknya buah, batangnya harus disangga dengan bambu atau kayu penyangga.

Ada dua jenis jeruk manis yang sudah kondang, yakni jeruk Pacitan dan jeruk Sunkis. Jeruk Pacitan warnanya kuning pucat, rasanya sangat manis, bentuk buahnya bulat ke samping, dengan kulit yang tipis. Sementara jeruk Sunkis, atau secara khusus adalah sunkis varietas Lau Kawar, selain rasanya manis, juga kandungan airnya banyak. Warna buahnya kuning kemerah-merahan, kulit buah halus berbintik-bintik, dan memiliki “udel” (puar) pada pantat buah.

Jeruk manis dapat diperbanyak secara generatif (dengan biji), namun untuk kepentingan bertanam dalam pot, sebaiknya gunakan bibit asal perbanyakan vegetatif. Bisa juga memakai bibit okulasi, yang dapat diperoleh dari penangkar bibit buah-buahan.

Untuk pot, bisa menggunakan pot tanah, pot porselen, pot plastik, pot semen, atau pot kayu. Bentuk pot bisa bulat, persegi panjang, atau oval. Yang penting, sesuaikan ukuran pot dengan besar-kecilnya bibit.

Untuk media tanam, gunakan tanah kebun yang subur. Bisa juga campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1). Sebelum bibit ditanam, lubang dasar pot ditutup dengan pecahan genting, kemudian di atasnya dilapisi kerikil dan pasir secukupnya. Setelah itu, baru dimasukkan media tanam, dengan volume sepertiga dari pot.gemilang FM logo

Kekeringan di kabupaten Pacitan meluas

Kekeringan di sejumlah Pacitan kini mulaimeluas. Jika sebelumnya hanya wilayah barat (Kecamatan Pringkuku, Punung dan Donorojo), kini mulai merambah ke wilayah timur, seperti beberapa desa di Kecamatan Ngadirojo, Tulakan, Sudimoro maupun Kebonagung.

Setiap menghadapi kekeringan, warga pun menempuh berbagai upaya untuk mendapatkan kebutuhan air. Di antaranya mencari di sendang (sumber air–red). Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang harus menyusuri lembah-lembah bukit hanya untuk mendapatkan dua ember air, mereka harus rela menuruni lembah dengan jarak sekitar satu sampai dua kilometer. Itu pun, harus ada yang antre seharian. Atau, memasang ember di bawah jatuhnya sumber air. Dan setiap empat jam sekali, ember itu sudah berisi air dan diambil untuk dibawa pulang.

Kendati upaya mendapatkan air terlihat sulit dan berat, namun warga setempat menganggap hal biasa. Sebab, sejak dulu sampai sekarang, setiap musim kemarau kondisinya sama. Yakni, kesulitan mencari air bersih. Bahkan, persoalan air dinilai sebagai sesuatu yang tidak pernah berubah.

Agus, warga Kecamatan Ngadirojo, mengungkapkan paling tidak, dua minggu terakhir ini, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, sumber-sumber air yang ada, debitnya semakin kecil. Di sisi lain, kebutuhan air bagi warga terus meningkat. “Warga berharap pemkab segera menggilir bantuan air. Apalagi saat ini warga tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan,” terang Agus Senin (24/9)

Sementara itu, Kabag Pembangunan Pemkab Pacitan Putatmo, yang akrab dipanggil Iput, menegaskan sejak Kamis(20/8) pemkab mulai memberikan bantuan air besih.

Bantuan itu difokuskan di wilayah barat dan timur. Untuk wilayah barat dipusatkan di Kecamatan Donorojo dan Pringkuku. Sedang wilayah timur masih memenuhi wilayah Kecamatan Ngadirojo.
(rep/wr)