<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radio Berita Pacitan Yaa Radio Gemilang FM 90.40 Mhz &#187; Pariwisata</title>
	<atom:link href="http://gemilang-fm.biz/category/pacitan-today/pariwisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gemilang-fm.biz</link>
	<description>Satu satunya Radio di Pacitan dengan pancaran terluas dan tersegmen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 04:35:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Selektif Pilih Investor Wisata</title>
		<link>http://gemilang-fm.biz/selektif-pilih-investor-wisata/</link>
		<comments>http://gemilang-fm.biz/selektif-pilih-investor-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 22:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemilang-fm.biz/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[PARIWISATA PACITAN - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pacitan, akan selektif pada investor di bidang pariwisata. Kebijakan ini diambil agar keberadaan investor tidak berbenturan dengan kearifan lokal. “Apa yang kita lakukan semata-mata untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah ada agar tidak tergusur,” kata Kepala Disbudparpora, M Fathoni, Sabtu (5/12). Dikatakannya, masuknya investor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PARIWISATA PACITAN </strong>- Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga<br />
(Disbudparpora) Kabupaten Pacitan, akan selektif pada investor di<br />
bidang pariwisata. Kebijakan ini diambil agar keberadaan investor<br />
tidak berbenturan dengan kearifan lokal. “Apa yang kita lakukan<br />
semata-mata untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah ada agar<br />
tidak tergusur,” kata Kepala Disbudparpora, M Fathoni, Sabtu  (5/12).<br />
Dikatakannya, masuknya investor atau pengelola dunia pariwisata<br />
sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Pacitan. Sebab, ada keuntungan lain<br />
yang bisa diperoleh daerah selain dari sisi Pendapatan Asli Daerah<br />
(PAD), yakni promosi. Namun demikian, tidak semua pihak ketiga akan<br />
mendapatkan ijin menanamkan investasi atau mengelola obyek-obyek<br />
wisata.  “Ketika kita bisnis wisata, akan ada pihak-pihak yang ikut<br />
menikmati. Misalnya, masyarakat disekitar lokasi wisata,” ujarnya.<br />
Dari segi promosi, kata Fathoni, daerah secara tidak langsung akan<br />
dikenal melalui upaya persuasif pihak investor karena mereka telah<br />
mempunyai banyak jaringan. Mulai dari lokasi wisata, akomodasi hingga<br />
transportasi.  Misalnya, seperti yang dilakukan pengelola Pantai<br />
Teleng Ria, PT. El-John.  Sebagai pengembang dan pengelola wisata<br />
bertaraf nasional, ia tidak hanya mempromosikan pantai tetapi juga<br />
mengenalkan obyek wisata lain yang ada di Pacitan. “Kan sederhananya<br />
begini, masak seharian hanya melihat pantai. Makanya disiapkan pula<br />
lokasi-lokasi wisata lain untuk rangkaian tour,” jelasnya.<br />
Sementara itu, dari segi pemberdayaan ekonomi masyarakat, lokasi<br />
wisata mendatangkan keuntungan tersendiri. Dari sebuah tempat wisata,<br />
masyarakat bisa mengambil keuntungan melalui tingkat kunjungan,<br />
khususnya sektor jasa. Seperti penyediaan fasilitas penginapan, home<br />
stay, guide sampai pada penyediaan barang-barang kebutuhan<br />
sehari-hari.<br />
Fathoni mengakui, keberadaan pihak swasta cukup memberi andil pada<br />
peningkatan PAD.  Seperti pada tahun ini, pendapatan naik  cukup<br />
signifikan, yakni Rp 900 juta lebih. Diperkirakan, hingga akhir tahun,<br />
bakal tembus Rp 1 milyar. Secara umum, perolehan pendapatan itu<br />
mengalami over target. Dari target Rp 500 juta, hingga akhir Oktober<br />
tahun ini, sudah terealisasi Rp 636 juta. Jika ditambah perolehan<br />
kontrak dari PT. El John sebesar Rp 300 juta, totalnya mencapai Rp 936<br />
juta atau berkisar Rp 1 milyar.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://gemilang-fm.biz/pariwisata-masih-menjadi-primadona-mendulang-pad/" rel="bookmark" class="crp_title">Pariwisata Masih Menjadi Primadona Mendulang PAD</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" rel="bookmark" class="crp_title">Benahi Pariwisata pacitan untuk genjot PAD</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/kombinasi-pusat-daerah-penyangga-pengembangan-pariwisata/" rel="bookmark" class="crp_title">Kombinasi Pusat-Daerah, Penyangga Pengembangan Pariwisata</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/investor-bakal-dirikan-spbe-di-pacitan/" rel="bookmark" class="crp_title">Investor Bakal Dirikan SPBE di Pacitan</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/terkait-retribusi-tunggu-keputusan-menteri/" rel="bookmark" class="crp_title">Terkait Retribusi, Tunggu Keputusan Menteri</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemilang-fm.biz/selektif-pilih-investor-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pariwisata Masih Menjadi Primadona Mendulang PAD</title>
		<link>http://gemilang-fm.biz/pariwisata-masih-menjadi-primadona-mendulang-pad/</link>
		<comments>http://gemilang-fm.biz/pariwisata-masih-menjadi-primadona-mendulang-pad/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 02:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemilang-fm.biz/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[PARIWISATA PACITAN – Kendati megalami pasang surut, sektor pariwisata masih menjadi primadona bagi Kabupaten Pacitan. Pasalnya, tahun ini, pariwisata memasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan, yakni Rp 900 juta lebih. Diperkirakan, hingga akhir tahun, bakal tembus Rp 1 milyar. “Masih ada momen liburan Natal dan akhir tahun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PARIWISATA PACITAN</strong> – Kendati megalami pasang surut, sektor pariwisata masih<br />
menjadi primadona bagi Kabupaten Pacitan. Pasalnya, tahun ini,<br />
pariwisata memasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan,<br />
yakni Rp 900 juta lebih. Diperkirakan, hingga akhir tahun, bakal<br />
tembus Rp 1 milyar. “Masih ada momen liburan Natal dan akhir tahun,”<br />
kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga<br />
(Disbudparpora), Pacitan, M. Fathoni, kemarin (7/11).<br />
Secara umum, perolehan pendapatan itu mengalami over target. Dari<br />
target Rp 500 juta, hingga akhir Oktober tahun ini, sudah terealisasi<br />
Rp 636 juta. Jika ditambah perolehan kontrak dari PT. El John sebesar<br />
Rp 300 juta, totalnya mencapai Rp 936 juta. Itulah sebabnya, tahun<br />
ini, Disbudparpora berani memprediksi pendapatan total mencapai Rp 1<br />
milyar.<br />
Diungkap, over target itu hamper terjadi disemua obyek wisata. Pantai<br />
Tamperan (dari target Rp 19 juta terealisasi Rp 34 juta), Pantai Srau<br />
(target 34 juta terealisasi Rp 43 juta), Pantai Klayar (target Rp 9<br />
juta terealisasi Rp 13 juta), Pantai Taman (target 4 juta terealisasi<br />
Rp 6 juta). Hanya Pancer Door (Teleng Ria sebelah timur) yang tidak<br />
memenuhi target. Dari target Rp 3 juta terealisasi Rp 500 ribu.<br />
Persoalannya, di kawasan baru itu masih belum dibangun fasilitas<br />
penunjang.<br />
Kenikan signifikan juga dialami obyek wisata non pantai. Goa Gong,<br />
dari target Rp 242 juta terealisasi Rp 337 juta. Bahkan, Goa Tabuhan,<br />
yang semula hanya dipatok Rp 4 juta, meroket mencapai Rp 51 juta.<br />
Sedang pemandian Air Hangat ditarget Rp 124 juta terealisasi Rp 135<br />
juta.<br />
Pejabat yang dikenal koboi karena penampilannya ini, mengungkapkan,<br />
realita itu menunjukkan industri pariwisata mulai pulih. Memang, dulu,<br />
sektor ini sempat mencapai masa keemasan. Namun, pasca rangkaian<br />
pemboman teroris dan bencana tsunami Aceh, mengalami penurunan tajam.<br />
“Industri pariwisata dan sektor pendukung lainnya kembali bergairah,”<br />
imbuhnya.<br />
Diakui, selain iklim yang semakin membaik, pencapaian itu juga tidak<br />
terlepas usaha satkernya gencar melakukan promosi maupun mencari<br />
terobosan-terobosan. Bahkan, dalam melakukan promosi, juga sudah mulai<br />
memanfatkan jasa even organizer. Baik local maupun luar Kota.<br />
Mulai tahun ini, pihaknya juga mencari terobosan melalui kerja sama<br />
tiga daerah Pacitan-Wonogiri-Wonosari (Pawonsari). Kerja sama yang<br />
dibangun bersama sejumlah biro perjalanan wisata asal Yogyakarta dan<br />
Solo itu, dengan menggulirkan program paket wisata. “Kemarin, paket<br />
wisata itu sudah dimulai selama tiga hari”.<br />
Hari pertama, rombongan wisata yang berjumlah sekitar 60-an orang itu,<br />
dimanfaatkan menikamti potensi wisata dan suguhan makanan khas di<br />
Wonosari (Gunung Kidul). Diantaranya, menikmati keindahan gunung api<br />
purba, lembah kars mulo, maupun pantai sandak, yang kemudian<br />
diteruskan menginap di Wonogiri.<br />
Selain mendapatkan menu hiburan khas daerah, rombongan wisatawan juga<br />
diajak mengunjungi obyek wisata kwasan kars, goa putri kencana, waduk<br />
gajah mungkur, pantai nampu dan sembukan, yang diteruskan perjalanan<br />
ke Pacitan. Di kampong halaman Presiden SBY ini, rombongan diajak<br />
menginap di desa wisata, Desa Piton (Kecamatan Punung). Di desa itu,<br />
wisatwan menginap di rumah-rumah penduduk, dengan hiburan malam<br />
penampilan langen beksa.<br />
Rangkain kunjungan wisata dimulai song terus, gua tabuhan, museum pra<br />
sejarah dan dilanjutkan menikmati makan siang di pantai Teleng Ria.<br />
Selanjutnya, rombongan diajak melihat rumah kecil Presiden SBY,<br />
pemandian banyu anget dan berakhir di monument Pansar Jend. Sudirman.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://gemilang-fm.biz/selektif-pilih-investor-wisata/" rel="bookmark" class="crp_title">Selektif Pilih Investor Wisata</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" rel="bookmark" class="crp_title">Benahi Pariwisata pacitan untuk genjot PAD</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/kombinasi-pusat-daerah-penyangga-pengembangan-pariwisata/" rel="bookmark" class="crp_title">Kombinasi Pusat-Daerah, Penyangga Pengembangan Pariwisata</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/terkait-retribusi-tunggu-keputusan-menteri/" rel="bookmark" class="crp_title">Terkait Retribusi, Tunggu Keputusan Menteri</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/liburan-idul-fitri-wisata-pacitan-ramai/" rel="bookmark" class="crp_title">Liburan Idul Fitri Wisata Pacitan Ramai</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemilang-fm.biz/pariwisata-masih-menjadi-primadona-mendulang-pad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benahi Pariwisata pacitan untuk genjot PAD</title>
		<link>http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/</link>
		<comments>http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemilang-fm.biz/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[PARIWISATA PACITAN &#8211; Guna meningkatkan penerimaan dari sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pacitan, menempuh langkah diversifikasi. Salah satunya dengan melakukan penganekaragaman tujuan wisata. Diharapkan, langkah itu mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Sekarang tengah mengembangkan desa wisata,” kata Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudperpora), Rahmat Dwiyanto, Senin (26/10). Ada beberapa desa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PARIWISATA PACITAN</strong> &#8211; Guna meningkatkan penerimaan dari sektor pariwisata,<br />
Pemerintah Kabupaten Pacitan, menempuh langkah diversifikasi. Salah<br />
satunya dengan melakukan penganekaragaman tujuan wisata. Diharapkan,<br />
langkah itu mampu menambah pendapatan  asli daerah (PAD). “Sekarang<br />
tengah mengembangkan desa wisata,” kata Kabid Pengembangan Pariwisata<br />
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudperpora),<br />
Rahmat Dwiyanto, Senin (26/10).<br />
 Ada beberapa desa yang akan disulap menjadi aset wisata. Seperti di<br />
wilayah barat ada Desa Piton dan Kendal (Kecamatan Punung) serta Desa<br />
Sendang (Kecamatan Donorojo). Sedangkan di wilayah utara yakni Desa<br />
Karangrejo (Kecamatan Arjosari). Yang terakhir dan baru dirintis<br />
adalah Desa Purwoasri di Kecamatan Kebonagung. “Desa Purwoasri<br />
nantinya diproyeksikan untuk kerajinan gerabah seni,” terang Rahmad.<br />
Dikatakannya, rintisan desa wisata untuk Kecamatan Kebonagung ini<br />
sekaligus untuk mendukung dan memasarkan obyek-obyek wisata lainnya,<br />
baik yang bernuansa alam maupun spiritual.  Seperti, pertapaan Gunung<br />
Limo, Desa Sidomulyo maupun Pantai Kaliwuluh di Desa Klesem. Saat ini,<br />
keberadaan pantai Kaliwuluh cukup dikenal. Khususnya bagi para pecinta<br />
olahraga selancar air, baik dari peselancar lokal maupun mancanegara.<br />
“Jadi para wisatawan ketika berkunjung bisa menikmati banyak obyek<br />
wisata yang beragam di Kebonagung.”<br />
Tidak itu saja, mulai tahun depan Disbudperpora juga akan<br />
mengembangkan lokasi wisata pemandian air hangat di Kecamatan<br />
Arjosari. Rencananya, di lokasi itu akan dioperasikan spa dengan<br />
baiaya yang cukup murah. Tentu ini menjadi terobosan menarik bagi<br />
pemasaran produk pariwisata. “Dijamin lebih murah dari spa di<br />
kota-kota. Dengan tiket Rp 10 ribu pengunjung bisa memanfaatkan spa di<br />
kompleks pemandian air hangat,” papar Rahmad.<br />
Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, pembangunan bidang pariwisata bukan<br />
lagi mutlak milik pemerintah namun juga harus melibatkan pihak swasta<br />
dan masyarakat sebagai subyeknya. Dari beberapa lokasi desa wisata<br />
yang sudah ditetapkan, beberapa diantaranya kurang begitu diminati<br />
pengunjung, khususnya desa-desa diwilayah barat Pacitan. Oleh sebab<br />
itu, terkait manajemen pengelolaan,  pihaknya telah melakukan evaluasi<br />
terhadap desa yang bersangkutan agar terobosan upaya ini tidak jalan<br />
ditempat. “Sesuai evaluasi, beberapa hal harus dibenahi.”<br />
 Pada tahun ini, sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD,<br />
Disbudperpora ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp 750 juta. Target<br />
itu sendiri bisa terpenuhi, bahkan over. Jumlah tersebut terbanyak<br />
berasal dari obyek-obyek wisata yang dikelola pemkab, yakni Rp 500<br />
juta. Sementara Rp 300 juta disumbang pihak swasta yang mengelola<br />
Pantai Teleng Ria, Pacitan. “Target PAD bisa kita penuhi hingga<br />
mencapai Rp 800 juta,” jelas Rahmad.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://gemilang-fm.biz/kombinasi-pusat-daerah-penyangga-pengembangan-pariwisata/" rel="bookmark" class="crp_title">Kombinasi Pusat-Daerah, Penyangga Pengembangan Pariwisata</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/selektif-pilih-investor-wisata/" rel="bookmark" class="crp_title">Selektif Pilih Investor Wisata</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/pariwisata-masih-menjadi-primadona-mendulang-pad/" rel="bookmark" class="crp_title">Pariwisata Masih Menjadi Primadona Mendulang PAD</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/liburan-idul-fitri-wisata-pacitan-ramai/" rel="bookmark" class="crp_title">Liburan Idul Fitri Wisata Pacitan Ramai</a></li><li><a href="http://gemilang-fm.biz/bangun-jembatan-buka-isolasi-desa-perbatasan/" rel="bookmark" class="crp_title">Bangun Jembatan, Buka Isolasi Desa Perbatasan</a></li></ul></div><a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="PADes untuk pariwisata">PADes untuk pariwisata</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="evaluasi pengembangan sektor pariwisata terhadap pad">evaluasi pengembangan sektor pariwisata terhadap pad</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="LOWONGAN DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA PACITAN">LOWONGAN DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA PACITAN</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="objek wisata bagi PAD">objek wisata bagi PAD</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="pantai klesem kebonagung pacitan">pantai klesem kebonagung pacitan</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="pariwisata pedesaan">pariwisata pedesaan</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="pengembangan pariwisata pedesaan dalam meningkatkan pades">pengembangan pariwisata pedesaan dalam meningkatkan pades</a>, <a href="http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/" title="TIKET MASUK PEMANDIAN AIR HANGAT PACITAN">TIKET MASUK PEMANDIAN AIR HANGAT PACITAN</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.375 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemilang-fm.biz/benahi-pariwisata-pacitan-untuk-genjot-pad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
