Delapan Calon Jamaah Haji Pacitan Gagal Berangkat

BERITA PACITAN- Sebanyak 8 orang calon jamaah haji asal Kabupaten Pacitan
dipastikan tidak berangkat ke tanah suci tahun ini. Ada beberapa hal
yang menyebabkan mereka urung menunaikan ibadah haji, seperti
meninggal dunia, ditunda hingga keterlambatan administrasi. “Yang
meninggal berjumlah 3 orang. Satu orang lainnya terlambat mengurus
administrasi, sisanya ditunda,” kata Kasi Haji Kantor Departemen Agama
Pacitan, Moh. Nurul Huda, Selasa (27/10).
Tahun 2009, Pacitan memberangkatkan 136 calon jamaah haji dari 144
orang yang terdaftar sebelumnya. Mereka dijadwalkan berangkat menuju
embarkasi Surabaya pada Kamis malam (29/10) dan tergabung dalam kloter
25. Selanjutnya, sesuai jadwal Sabtu pagi (31/10) mereka bertolak
menuju Arab Saudi. Nantinya, kontingen Pacitan akan bergabung dengan
calon jamaah haji dari Probolinggo yang berjumlah 300 serta dari
Surabaya. “Berangkat dari Juanda sekitar jam 6 pagi,” ujar Huda.
Diantara rombongan duta ibadah ke tanah suci, Ismi, 80, asal Desa
Bangunsari, Kecamatan Kota Pacitan menjadi calon jamaah haji tertua.
Sedangkan Sigit Naifi, 20, dari Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari
menjadi yang termuda. Dari total 136 orang yang berangkat, sebagian
besar jamaah laki-laki, yakni 74 orang. Diperkirakan, mereka akan
kembali ke tanah air tanggal 10 Desember mendatang.
Dikatakannya, sebelum calon jamaah haji diberangkatkan, telah melalui
berbagai tahapan. Mulai administratif hingga tes kesehatan. Khusus di
kesehatan, mereka telah melakukan cek yang dibuktikan dengan surat
keterangan dari Puskesmas. Tidak itu saja, pemeriksaan ulang juga
dilakukan di RSD Pacitan. “Calon jamaah haji juga mendapat vaksin
meningitis dan influnza seperti yang disyaratkan pemerintah sana (Arab
Saudi-red).”
Terkait antrian, Huda menjelaskan, bagi masyarakat yang mendaftar
tahun ini dipastikan baru bisa berangkat pada tahun 2016 mendatang.
Sebab, kuota untuk Jawa Timur hanya 34 ribu hingga 36 ribu jamaah.
Jumlah tersebut diperebutkan oleh 38 kabupaten dan kota. Mengenai
biaya, ia mengatakan besarnya antara Rp 36 juta sampai Rp 37 juta.
Diperkirakan, angka nominal biaya haji akan terus mengalami kenaikan
sekitar Rp 5 juta pertahun. “Tahun ini baru ada 15 orang yang
mendaftar,” jelasnya.
Quick Reply

Leave a Reply