Dua Pelajar Selandia Baru Ke SMAN I Pacitan

PACITAN – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Pacitan, menerima dua
orang pelajar dari Selandia Baru. Keduanya adalah Rachel Cain dan
Shaikh Firdaus. Rencananya, keduanya akan berada di Pacitan selama 6
minggu. “Keduanya sudah tiga hari berada di SMAN I Pacitan,” kata
Giyono, salah satu Guru Bahasa Inggris SMAN I Pacitan, kemarin.
Dijelaskan, SMAN I merupakan sekolah Rintisan Sekolah Berstandar
Internasional (RSBI). Tentunya, untuk menjadi Sekolah Berstandar
Internasional (SBI), ada salah satu kriteria yang harus dipenuhi.
Yakni, menjalin kerjasama dengan luar negeri, seperti mendatangkan
pelajar dari Selandia baru. “Kegiatan ini setidaknya dilakukan satu
tahun sekali, berkaitan dengan kurikulum dan kesiswaan,” imbuhnya.
Rachel Cain, baru saja menyelesaikan pendidikannya di perguruan
tinggi. Sedang Shaikh Firdaus, anggota AIESEC. Sebuah organisasi
pertukaran pemuda dan pelajar sedunia yang telah tersebar di 107
negara. Untuk Indonesia sendiri, perwakilan AIESEC berada di Surabaya,
Malang, Jakarta, Semarang, Bandung, dan beberapa kota besar lainnya.
“Keberadaan keduanya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran bahasa Inggris.”
Terlebih, saat ini, di SMAN I ada program English Day setiap hari
Sabtu. Dimana, semuanya, mulai siswa sampai guru, wajib berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris. Bahkan, setiap Selasa sore, para guru
diberi les bahasa Inggris. Sehingga, kegiatan itu semakin memotivasi
dan membiasakan komunikasi dengan bahasa Inggris.
Sementara, kendati baru pertama kali dikirim ke pacitan, Rachel,
mengaku senang. Diakui, pendidikan di negaranya dan Indonesia ada
perbedaan. Di Selandia Baru, system pendidikannya lebih ke ilmu murni,
lebih khusus. Dan murid-muridnya boleh memilih subjek ilmu yang akan
diajarkan. Sedang di Indonesia, murid tidak bisa memilih sendiri
subjek ilmu yang diinginkannya. Selain itu, fasilitas penunjang di
Selandia Baru jauh lebih modern. “Kalau manajemen di kelas, hampir
sama dengan SMAN I Pacitan,” kata Rachel.
Lebih lanjut, cewek tinggi besar ini mengaku tidak menemui kendala
berarti selama 3 hari di Pacitan. Sebab, masyarakatnya, baik di
sekolah maupun sekitar tempat tinggalnya, orangnya baik dan ramah.
Tidak itu saja, yang membuatnya kagum adalah pemandangan alamnya yang
sangat indah. Baik pantai maupun gunung-gunung yang alami. “Awalnya,
saya sempat shock dengan cuaca yang sangat panas. Sekarang sudah bisa
beradaptasi,” pungkas Rachel.

Leave a Reply