Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Presiden SBY
BERITA PACITAN – Menjelang pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY)-Boediono, di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, besuk (20/10),
beberapa orang teman SBY di Pacitan mengaku tidak mendapat undangan.
Padahal, pelantikan presiden periode pertama, lima tahun lalu, tiga
orang teman sekolah mendapat kehormatan menghadiri pelantikan.
“Pelantikan periode kedua ini, tidak ada undangan. Mungkin, panitia
pelantikan sangat sibuk atau memang aturannya begitu,” kata Djokko
Darmanto,60, salah seorang teman sekolah SBY di Pacitan, Minggu
(18/10).
Lantaran tidak ada undangan, Djoko dan teman-teman memutuskan untuk
tidak ke Jakarta. Sebab, acara tersebut merupakan acara resmi
kenegaraan. Sehingga, jika datang pun tentu tidak bisa masuk ke lokasi
pelantikan. “Dulu, ada undangan untuk perwakilan tiga orang. Saya
sendiri, Agus Sudarmadji dan Giyarto,” terang pensiunan Kabid
Kebudayaan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Pacitan
ini.
Mantan pemetik melodi grup band Gaya Taruna (grup band SBY di masa
sekolah) ini mengungkapkan, SBY adalah sosok yang tidak pernah
melupakan sejarah. Setiap kunjungan ke Pacitan selalu disempatkan
bertemu dengan teman-teman sekolah. Kadang bernostalgia bermain musik
atau sekedar bersalaman dan menyapa. Bahkan, pernah juga mengundang
teman dan bekas guru sekolah ke Jakarta. Kendati tidak diundang, semua
memaklumi. Terlebih, pelantikan tersebut merupakan acara resmi
kenegaraan dan bias mengikuti siaran dari telivisi. “Kami selalu
berdoa semoga acara berjalan aman dan lancar,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Soetopo, Ketua DPC Partai Demokrat
Pacitan. Hingga kemarin, salah satu teman SBY ini mengaku belum ada
undangan menghadiri pelantikan. Terkait hal itu, bias dimaklumi.
Sebab, jika harus mengundang semua pimpinan DPC se-Indonesia, tentu
jumlah undangan sangat banyak. Terlebih, kegiatan itu adalah acara
resmi kenegaraan, bukan acara partai. “Kami akan berdoa bersama,” kata
Ketua DPRD Pacitan yang baru tiga hari dilantik ini.
Soedjono, kakak sepupu Presiden SBY, mengatakan tidak ada undangan
acara pelantikan ke Jakarta. Sebab, pelantikan periode pertama lima
tahun lalu, juga tidak ada undangan untuk keluarga di Pacitan.
Mungkin, setelah acara resmi, baru diundang. “Kalau pun tidak diundang
ke Jakarta, Presiden SBY juga sering berkunjung ke Pacitan untuk
ziarah ke makam ayahanda R. Soekotjo,” terang mantan Ketua DPC Partai
Demokrat Pacitan ini.
Sementara, beberapa kegiatan doa untuk Presiden SBY akan dilakukan
sebagian masyarakat. Seperti yang akan dilakukan anak-anak pelajar
SMAN I Pacitan. Rencananya, pada tanggal 20 Oktober nanti, semua
pelajar akan melakukan doa bersama di masing-masing kelas yang
dipimpin guru pengajar.
Tidak itu saja, masyarakat sekitar Pondok Pesantren Tremas, Arjosari,
Pacitan, juga akan menggelar doa bersama dan Daf’ul bala’ pada Senin
(19/10) malam. Doa bersama itu dipusatkan di mushola Nahdhotul Umah,
tempat Presiden SBY dilahirkan, 60 tahun silam. Rencananya, untuk
pembacaan Tahlil dan tahmid, akan dipimpin KH. Akhid Turmudi, sedang
doanya dipimpin KH. Thoyib Hasan, dari Ponpes Tremas.
Doa bersama itu, tidak saja bertujuan agar pelantikan Presiden SBY
berjalan aman dan lancar. Tetapi, dalam kepemimpinan lima tahun ke
depan (2009-2014), presiden selalu mendapat perlindungan dan
keselamatan dalam menjalankan tugas kepresidenan. Doa bersama juga
ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, agar selamat dari segala
mara bahaya. “Untuk melengkapi doa bersama, dirangkai daf’ul bala’,
yakni memberikan santunan bagi 99 anak yatim dan yatim-piatu. Selain
itu juga pemberian bantuan bagi 99 orang fakir-miskin,” kata Sujak
Basuni, ketua panitia doa bersama.