Gonjang ganjing Pilkada, Bupati Pacitan Diisukan Tahanan Luar KPK
Menjelang perhelatan pilkada bupati, tahun depan, suhu
politik mulai hangat-hangat tahi ayam. Bahkan, Bupati Pacitan, H.
Sujono, mengaku diisukan menjadi tahanan luar KPK. “Dulu, saya
diisukan ditangkap KPK. Sekarang, muncul isu baru, saya menjadi
tahanan luar KPK,” kata Bupati Pacitan, H. Sujono, disela-sela
sambutannya dalam acara penerimaan bantuan bagi warga miskin di Balai
Desa Banjarsari, Kec./Kab. Pacitan, kemarin (2/10).
Secara jelas, bupati mengungkapkan, dulu, dirinya pernah diisukan
ditangkap KPK. Padahal, tengah mengikuti kegiatan di Surabaya. Tentu
saja, isu itu sempat meresahkan jajaran PNS di lingkup pemkab. Tidak
itu saja, isu itu juga sempat menjadi pembicaraan masayarakat di
pasar-pasar. “Sekarang, muncul isu baru lagi. Saya jadi tahanan luar
KPK,” jelasnya. “Kalau bukan tahanan luar, saya ga bisa memberi
sambutan di sini,” imbuh bupati dengan tersenyum lebar.
Seharusnya, lanjut bupati, andaikan benar berurusan dengan KPK,
kepolisian dan kejaksaan setempat, pasti mengetahui lebih dulu.
Kenyataannya, lembaga hukum itu tidak tahu. Kendati begitu, bupati
mengaku ‘diam’ menyikapi serangan isu yang dialamatkan kepadanya.
Sebab, suatu saat nanti, penyebar isu pasti akan ketahuan belangnya.
“Yang jelas, penyebar isu bukan orang Pacitan,” tandasnya.
Dijelaskan, selama ini, dirinya selalu bekerja keras untuk
keberhasilan pembangunan di Pacitan. Terlebih, keempat anaknya sudah
mentas semua. Sehingga, selama menjadi bupati, tidak terlalu memiliki
beban berat.
Hanya, bupati tidak menampik jika munculnya isu itu terkait mulai
menghangatnya suhu politik menjelang pilkada tahun depan. Terlebih,
saat ini, kabar munculnya beberapa kandidat mulai santer terdengar.
“Kalau saya tergantung masyarakat. Kalau masyarakat masih
menginginkan, tentu akan maju lagi dan sebaliknya”.
Pun demikian, Bupati Sujono meminta semua pihak untuk menciptakan
iklim sejuk dan kondusif di Pacitan. Terlebih, kampung halaman
Presiden SBY ini, tengah gencar melaksanakan berbagai program
pembangunan skala nasional. Mulai proyek PLTU di Sudimoro, proyek JLS,
maupun rencana pembangunan Pelabuhan Samudera. “Sebab, jika suasana
kondusif, akan membuat nyaman semua masyarakat. Tidak itu saja,
investor juga tidak ragu-ragu berinvestasi,” pungkasnya.