Hujan Mulai Turun, Petani Lega
PERTANIAN PACITAN – Sejumlah petani di Kecamatan Donorojo, Pacitan, mulai
beranfas lega. Pasalnya, mulai Selasa (10/11) malam, kemarin,
wilayahnya diguyur hujan selama beberapa jam. Kendati curah hujan
masih rendah, diharapkan bisa menyelamatkan benih padi gogo rancah
yang sudah terlanjur ditanam sekitar satu bulan lalu.
Paling tidak, di kecamatan barat Pacitan itu, ada empat desa yang
sejak satu bulan lalu tanam padi gogo. Diantaranya, Desa Widoro,
Sendang, Kalak dan Desa Klepu. Tentu saja, lantaran kekurangan
kebutuhan air, tanaman padi setinggi sekitar 25-an sentimeter itu pun,
daunnya mulai menguning. Bahkan, sebagian diantarannya mati.
“Mudah-mudahan kembali turun hujan,” ungkap Jumingan, salah seorang
petani setempat.
Diakuinya, kendati sudah turun hujan, namun masih belum membuat tanah
di area persawahan basah. Sehingga, belum melakukan penyulaman bibit.
Sebab, jika pasokan air kurang, dikawatirkan juga akan mati.
Memang, kondisi alam di desa-desa tersebut sangat gersang. Artinya,
petani sangat kesulitan mendapatkan sumber air. Padahal, jika ada
sumber air, petani bisa menyedotnya menggunakan mesin diesel. Sedang
pembelian air dari PDAM untuk pengairan jelas tidak memungkinkan.
Karena itu, para petani memperkirakan, produksi panenan kali ini akan
menurun. Kendati begitu, tidak terlalu menjadi soal. Terlebih. Hasil
panenan tersebut kebanyakan dikonsumsi sendiri. Paling tidak, bisa
mencukupi hingga musim panen berikutnya. Sebab, terkadang, warga
mencampur dengan gaplek (ketela yang dikeringkan dan dibuat nasi
tiwul). “Kalau masalah pangan tidak sampai kekurangan, Mas,” terang
Jumingan.
Camat Donorojo, Hariyanto, membenarkan sebagian padi yang ditanam
petani mengalami kesulitan air. Persoalannya, saat hujan pertama dulu,
petani langsung menanam padi gogo rancah. Sayangnya, setelah itu tidak
lagi turun hujan hingga satu bulan. Tentu saja, hal itu berdampak pada
pertumbuhan tanaman padi.
Kondisi seperti itu sudah terjadi sejak jaman dulu kala. Artinya,
setiap musim kemarau, wilayahnya pasti mengalami kesulitan air,
khususnya untuk konsumsi lahan pertanian. Pun demikian, warga sudah
melakukan berbagai antisipasi terkait persedian bahan pangan.
Sehingga, belum pernah terjadi adanya kekurangan pangan yang dialami
warga. Hanya, dari sisi ekonomi, petani mengalami kerugian.
Seharusnya, hasil panenan banyak menjadi berkurang. Begitu juga ada
yang harus tanam ulang lantaran banyak padi yang mati atau tidak
sehat. “Kalau mengenai benih ada bantuan dari pemerinah yang
disalurkan melalui kelompok-kelompok tani yang ada,” pungkasnya.