Hujan Tak Kunjung Turun, Petani Tadah Hujan Mulai Resah

PERTANIAN PACITAN - Sejumlah petani di Kabupaten Pacitan mulai resah. Pasalnya,
saat ini, curah hujan tidak menentu. Tak pelak, sebagian petani pun
memilih hati-hati memulai tanam padi. “Biasanya, pertengahan Oktober,
curah hujan mulai banyak. Sekarang kok aneh ya,” ujar Jumingan, salah
seorang warga Donorojo, Pacitan, kemarin.
Padahal, tahun-tahun sebelumnya, memasuki awal November seperti saat
ini, tanam padi sudah memasuki usia 20 sampai 25 hari. Sekarang, belum
turun hujan sama sekali. Kemarin, pernah ada hujan. Tetapi, hanya tiga
hari dan curahnya sangat kecil sekali. “Jika saat turun hujan lalu
petani tanam padi, sekarang pasti rugi. Banyak persemaian yang mati,”
imbuhnya.
Padahal, sejumlah petani, khususnya petani sawah tadah hujan sudah
memulai mengolah tanah pada pertengahan Oktober lalu. Bahkan, tidak
sedikit diantaranya yang menanam benih padi ‘gogo rancah’. Sedang
sebagian lainnya memulai awal November ini. Hanya, mereka sama-sama
mengaku resah lantaran hujan tak kunjung datang.
Menyikapi curah hujan yang tidak menentu saat ini, sebagian besar
petani memilih menunda tanam padi sampai curah hujan berjalan pasti.
Hal itu dilakukan agar kegiatan tanam padi tidak merugi. Sebab, dulu,
juga pernah terjadi musim tidak menentu. Lantaran latah tanam padi,
akibatnya sejumlah petani mengalami kerugian. Ada yang tanam baru
lantaran banyak bibit padi mati kekurangan air.
Sedang untuk areal pertanian yang irigasinya sudah bagus, juga belum
berani memulai membajak sawah. Sebab, kegiatan itu harus didukung
suplai air yang memenuhi. Sebenarnya, pemenuhan air bisa diatasi
dengan menggunakan diesel penyedot air dengan membuatkan sumur di
sawah. Hanya, petani juga berhitung dengan biaya yang dikeluarkan
untuk sewa diesel tersebut.
Sementara, sebagian petani di kawasan barat, sudah memulai tanam benih
padi gaga. Hanya, mereka tidak mengkhawatirkan belum adanya turun
hujan. Sebab, benih padi gaga itu ditanam dengan kedalaman tertentu di
tanah. Artinya, jika tidak dimakan burung atau semut, benih masih bisa
tumbuh seiring dengan datangnya musim penghujan. “Mulai tanam benih
padi, belum ada hujan. Sehingga benih belum bersemai,” terang Hendro.
Itulah sebabnya, sebagian besar petani di wilayah barat kebanyakan
memimilih menanam padi gogo rancah, lantaran relatif lebih tahan
terhadap kekurangan air. Sebagian lagi juga masih memilih tanam
palawijo. Namun begitu, jika benih padi sudah bersemai dan selama dua
minggu tidak hujan, tanaman gogo rancah petani juga terancam mati atau
gagal panen.

padi tadah hujan

Leave a Reply