Jelang Musim Tanam, Pupuk Dijamin Aman
Polisi Diminta Ikut Mengawasi Penyalurannya
PACITAN – Memasuki musim tanam tahun ini, petani di Kabupaten Pacitan,
boleh bernafas lega. Pasalnya, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan
setempat, memastikan petani tidak akan mengalami kesulitan mendapatkan
pupuk urea. Terlebih, pupuk bersubsidi masih itu masih tersedia
sekitar 60-an persen. “Kalau tonasenya saya lupa. Tetapi, cukup untuk
memenuhi kebutuhan petani dalam bulan Oktober sampai Desember tahun
ini,” kata Kabid Penyuluhan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan,
Pacitan, Sugeng, Jumat, (23/10).
Jaminan ketersedian terebut, lanjut Sugeng, disebabkan selama musim
kemarau tidak banyak pemakaian pupuk, yakni sekitar 39 persen. Disisi
lain, sekarang, penyaluran pupuk diatur sesuai Rencana Difinitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK). Artinya, penghitungan alokasi mendasarkan
kebutuhan riil yang disampaikan para petani. Terlebih, pada musim
tanam, pasokan pupuk menjadi kebutuhan utama bagi pertanian. “Petani
tidak perlu mengkhawatirkan masalah pupuk. Sebab, pemerintah sudah
berupaya maksimal agar kebutuhan pupuk terpenuhi,” imbuhnya.
Tidak itu saja, pihaknya juga sudah melakukan sinkronisasi pupuk pada
1000-an kelompok tani di Kabupaten Pacitan. Tentunya, dengan kegiatan
sosialisasi menjelang musim tanam, semua menjadi jelas, khususnya
mengenai jadwal dan pengaturan penyaluran pupuk. Bahkan, sebagai
antisipasi, Komisi Pengawas dan Pemantau Pupuk, sudah membuat
pengajuan tambahan pupuk ke Gubernur Jatim. Sehingga, jika kebutuhan
membengkak, langsung bisa diatasi.
Mantan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini, juga meminta
petani untuk memperkirakan dengan tepat kapan saatnya harus tanam
padi. Sebab, iklim sekarang ini kadang berubah. Tentunya, jika
tergesa-gesa (belum memasuki musim penghujan), akan berdampak pada
produksi padi.
Selain memastikan keamanan kebutuhan pupuk, pihaknya juga
mengungkapkan adanya bantuan pemerintah berupa bibit padi dan jagung.
Hanya, penyaluran bantuan itu diberikan melalui kelompok-kelompok
tani. Persoalannya, penyaluran melalui kelompok lebih terorganisir dan
efektif. Sebaliknya, jika penyaluran diberikan sendiri-sendiri pada
petani, akan lebih menyulitkan dan butuh waktu yang lama. Disisi lain,
kondisi areal pertanian masing-masing wilayah sangat berbeda. Ada yang
lebih cocok ditanami padi atau sebalik tanam jagung.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Pacitan, Handoyo Aji, menyambut baik upaya
dinas terkait dalam menjamin ketersediaan pupuk menjelang musim tanam
tahun ini. Hanya, kepastian adanya jaminan itu harus dibuktikan saat
petani butuh pupuk nanti. Sebab, dari tahun ke tahun, setiap menjelang
musim tanam, petani pasti selalu kebingungan mendapatkan pupuk.
Bahkan, tidak jarang, harus membeli dari luar daerah dengan harga
tinggi.
Dijelaskan, persoalan yang sering dialami petani adalah, ketika tidak
membutuhkan, pupuk banyak tersedia. Sebaliknya, begitu petani butuh,
saat itu juga tiba-tiba pupuk menghilang. Tidak jarang, untuk
mendapatkan pupuk harus antre di tempat-tempat yang ditunjuk sebagai
penyalur pupuk.
Tidak itu, sebagian petani bahkan tidak mendapatkan jatah pupuk
bersubsidi itu dan terpaksa menggunakan pupuk kompos. Sehingga, sangat
mempengaruhi produksi padi. Pengaman petani selama ini, untuk
mendapatkan pupuk pun harus membuat pengajuan pupuk. Setelah sampai
lima kali, baru bisa mendapatkan. Namun, waktu pemupukan sudah relatif
terlambat.
Karena itu, kader PKS yang dikenal kritis ini, meminta semua pihak
melakukan pengwasan terhadap penyaluran pupuk. Bahkan, Polri juga
diminta melakukan pengawasan. Sebab, pupuk itu adalah pupuk bersbsidi
yang tentunya ada aturan main dalam penyalurannya. Jika terbukti
menyimpang, harus ditindak tegas sesuai perundang-undangan yang
berlaku.