Kantor PKB Pacitan akan ditempati Kader Ansor
Keinginan jajaran pengurus Pimpinan cabang (PC) Ansor
memanfaatkan kantor DPC PKB Pacitan, terus mengerucut. Hal itu
ditandai dengan kegiatan kerja bakti yang dilakukan kader dan
simpatisan Ansor, di kantor DPC PKB Minggu (4/10), pagi, kemarin.
“Secara resmi, pemanfaatan kontor itu dilakukan pada 11 Oktober
nanti,” kata Ketua PC Ansor Pacitan, Mutongin, disela-sela kegiatan
kerja bakti, Minggu (4/10).
Pemanfaatan kantor itu, lanjut Mutongin, sudah sesuai prosedur. Sebab,
sebelumnya, secara resmi sudah mengajukan permohonan terlebih dulu
pada penanggung jawab, yakni KH. Mukti pada 1 Oktober lalu. Dua hari
kemudian, permohonan itu dikabulkan, dengan waktu yang tidak
ditentukan. “Syukur nanti diwakafkan ke Ansor,” imbuhnya.
Karena itu, jika pemanfaatan kantor itu terjadi complain dari
pihak-pihak lain, akan diserahkan pada penanggungjawab atau yang
memberikan ijin (KH. Mukti, red). Sebab, organisasinya hanya sebatas
memanfaatkan melalui prosedur yang benar. Bahakn, dalam perresmian
nanti, akan mengundang semua pengurus PC Ansor, PAC se-Kabupaten
Pacitan, tokoh ansor, tokoh NU, Badan otonomi NU maupun warga sekitar.
“Selesai peresmian, dilanjutkan rapat kerja,” tandas Mutongin.
Secara terpisah Ketua DPC PKB Pacitan, Syamsudin mengatakan belum
melakukan konfirmasi terkait hal itu. Terlebih, Ansor merupakan bagian
dari NU. Sehingga, tidak ada salahnya jika memanfaatkan kantor itu.
“Nanti kalau tensi sudah turun, kita akan melakukan konfirmasi,” kata
Syamsudin.
Diakuinya, saat ini, pengurus PKB tengah melakukan permohonan SK baru
ke DPP PKB. Sebab, SK pengurus saat ini, sudah habis masanya, sejak 27
Agustus lalu. Dan sekitar dua minggu sebelumnya, pihaknya sudah
mengirim permohonan. “Kami masih menunggu keputusan dari DPP”.
Hanya, mengenai personil kepengurusan tersebut masih mempertahankan
yang lama. Pertimbangannya, teman-teman pengurus PKB (versi Gus Dur)
tidak ada mau yang bergabung. Sehingga, memaksimalkan pengurus yang
ada.
Mengenai habisnya kursi PKB di lembaga DPRD Pacitan, Syamsudin
mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi. Sebab, tidak satu
pun kursi diperoleh dalam Pileg 2009 lalu, disebabkan banyak faktor.
Bahkan, disebutnya sebagai gelombang tsunami. Ada tiga persoalan yang
membuat PKB tidak mendapatkan kursi. Diantaranya, internal partai,
faktor eksternal dan Partai Demokrat, khususnya ketokohan Presiden
Susilo Bambdang Yudhoyono (SBY). “Semua itu akan menjadi pembelajaran
semuanya dalam berjuang,” katanya.
Sementara itu, H. Abdul Muid, menyayangkan pemanfaatan (mengambil
alih) kantor DPC PKB oleh PC Ansor. Sebab, itu dinilai sebagai hal
yang tidak selayaknya. Apalagi mengungkit masalah sejarah tanah
kantor. “Ada saatnya nanti saya akan bicara,” kata mantan Wakil Bupati
Pacitan, periode 2001-2006.
Sedangkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pacitan, Damhudi,
menegaskan semua itu tidak ada kaitannya dengan KPUD. Terlebih, SK
kepengurusan DPC PKB sudah habis dan masih menunggu SK baru
(perpanjangan).
Terlebih, dalam pelaksanaan pilkada bupati desember tahun depan,
secara resmi PKB Pacitan tidak bisa berperan. Sebab, tidak lagi
memenuhi persyaratan. Baik mencalonkan sendiri maupun berkoalisi
dengan parpol lain. Sesuai aturan main, partai yang bisa
membeangkatkan calon bupati harus memiliki sekurangnya 7 kursi atau 15
persen jumlah kursi di DPRD. (nilam-tama)
Foto: Pengurus dan kader PC Ansor usai kerja bakti di kantor DPC PKB,
kemarin