Kekeringan di kabupaten Pacitan meluas

Kekeringan di sejumlah Pacitan kini mulaimeluas. Jika sebelumnya hanya wilayah barat (Kecamatan Pringkuku, Punung dan Donorojo), kini mulai merambah ke wilayah timur, seperti beberapa desa di Kecamatan Ngadirojo, Tulakan, Sudimoro maupun Kebonagung.

Setiap menghadapi kekeringan, warga pun menempuh berbagai upaya untuk mendapatkan kebutuhan air. Di antaranya mencari di sendang (sumber air–red). Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang harus menyusuri lembah-lembah bukit hanya untuk mendapatkan dua ember air, mereka harus rela menuruni lembah dengan jarak sekitar satu sampai dua kilometer. Itu pun, harus ada yang antre seharian. Atau, memasang ember di bawah jatuhnya sumber air. Dan setiap empat jam sekali, ember itu sudah berisi air dan diambil untuk dibawa pulang.

Kendati upaya mendapatkan air terlihat sulit dan berat, namun warga setempat menganggap hal biasa. Sebab, sejak dulu sampai sekarang, setiap musim kemarau kondisinya sama. Yakni, kesulitan mencari air bersih. Bahkan, persoalan air dinilai sebagai sesuatu yang tidak pernah berubah.

Agus, warga Kecamatan Ngadirojo, mengungkapkan paling tidak, dua minggu terakhir ini, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, sumber-sumber air yang ada, debitnya semakin kecil. Di sisi lain, kebutuhan air bagi warga terus meningkat. “Warga berharap pemkab segera menggilir bantuan air. Apalagi saat ini warga tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan,” terang Agus Senin (24/9)

Sementara itu, Kabag Pembangunan Pemkab Pacitan Putatmo, yang akrab dipanggil Iput, menegaskan sejak Kamis(20/8) pemkab mulai memberikan bantuan air besih.

Bantuan itu difokuskan di wilayah barat dan timur. Untuk wilayah barat dipusatkan di Kecamatan Donorojo dan Pringkuku. Sedang wilayah timur masih memenuhi wilayah Kecamatan Ngadirojo.
(rep/wr)

Leave a Reply