Kelompok Kades Mulai Dukung Kandidat
PEMERINTAHAN PACITAN – Menjelang penjaringan bakal calon (Balon) bupati Pemilu
Kepala Daerah (Pemilukada), ada indikasi keberadaan kepala desa
(kades) mulai terkotak-kotak. Bahkan, beberapa hari terakhir ini,
sejumlah kades mengadakan pertemuan dengan sejumlah kandidat. “Memang
benar ada kegiatan pertemuan dengan salah satu kandidat. Saya juga
diundang,” kata Kades Widoro, Kec./Kab. Pacitan, H. Djazuli, kemarin.
Diakui, pertemuan yang disebut-sebut sebagai kegiatan silaturahmi
antara beberapa kades dan salah satu kandidat itu, menimbulkan
pertanyaan dari kades lainnya. Diantaranya, apakah pertemuan itu
merupakan bentuk dukungan atau sekadar kegiatan silaturahmi saja.
Sebab, kades tidak boleh menjadi tim sukses atau pun terlibat kampanye
Pemilukada.
Tentu saja, kegiatan itu membuat sejumlah pengurus Korcam Forum
Komunikasi Kepala/Perangkat Desa (FKKD), meminta klarifikasi kegiatan
itu. Artinya, apakah kelompok kades itu sudah mewakili kades secara
keseluruhan atau hanya kelompok tertentu saja. Sebab, di Kabupaten
Pacitan terdapat 166 kades. “Rencananya, minggu depan, sejumlah korcam
akan mengadakan pertemuan untuk klarifikasi,” terang Ketua FKKD
Pacitan ini.
Pertimbangannya, jika tidak segera dilakukan klarifikasi, akan terjadi
sejumlah kegiatan serupa yang melibatkan kelompok kades lainnya.
Sehingga, keberadaan kelompok-kelompok itu bisa berdampak
ketidakharmonisan di intern FKKD sendiri. “Kalau ada kades yang secara
pribadi mendukung salah satu kandidat tidak masalah. Hanya, persatuan
dan kebersamaan FKKD harus tetap dijaga,” tandas Djazuli.
Lebih lanjut, kades yang pernah menjadi bintang iklan obat ini
mengingatkan tujuan dibentuknya FKKD. Diantaranya adalah menjalin
komunikasi yang baik antara kepala desa maupun perangkat desa. Dan
selama ini, FKKD selalu berorientasi memperjuangkan nasib kades dan
perangkatnya. Baik mengenai Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemeritnah
Desa (TPAPD), Alokasi Dana Desa (ADD) maupun fasilitas penunjang
lainnya.
Karena itu, pesta demokrasi Pemilukada nanti, jangan sampai membuat
hubungan antar kades, khususnya yang terhimpun dalam FKKD menjadi
terpecah atau terkotak-kotak. Sebab, Pemilukada merupakan rangkaian
program pembangunan daerah, yang sifatnya sesaat.