Keluarga dan Majelis Zikir SBY, Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru Pacitan, Suasana menjelang pelantikan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY)-Boediono, di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa
(20/10), sangat terasa di Pacitan. Di kampung kelahiran presiden ini,
keluarga dan kelompok masyarakat sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan
spiritual, doa bersama.
Seperti kegiatan di halaman rumah masa kecil Presiden SBY, di
Kelurahan Ploso, Kec./Kab. Pacitan. Sejak pagi, di halaman itu
dipasang tenda-tenda berukuran besar. Paling tidak, tenda itu cukup
menampung sekitar 250-an orang. “Rencananya, doa bersama nanti malam
(19/10), akan dimulai sekitar pukul 19.00 wib,” kata Soedjono, kemarin
(19/10).
Kakak sepupu Presiden SBY ini menambahkan, doa bersama itu diadakan
oleh keluarga dan kelompok Majelis Zikir SBY di Pacitan. Dan semua
pengurus majelis zikir, baik yang berada di desa-desa, kecamatan
sampai tingkat kabupaten, diundang dalam kegiatan doa bersama itu.
“Selain keluarga dan anggota majelis zikir, juga mengundang warga
sekitar”.
Hanya, undangan tersebut sengaja dibatasi. Selain pertimbangan tempat,
juga pertimbangan konsumsi. Sebab, jika tidak disertai undangan resmi,
dikhawatirkan yang datang akan melebihi kapasitas. “Mungkin,
masyarakat yang tidak diundang bisa melakukannya sendiri di rumah
masing-masing bersama keluarga,” imbuhnya.
Mengenai rencana nonton bareng acara pelantikan Presiden SBY melalui
TV, masih akan dibicarakan. Sebab, masih belum ada kejelasan waktu
pelantikan. Disisi lain, juga perlu kesiapan panitian untuk
menyediakan tempat. Kalau memang masyarakat menginginkan nonton
bareng, akan dibahas bersama keluarga.
Persiapan doa bersama juga dipantau langsung oleh Kapolres Pacitan,
AKBP Wahyono. Bahkan, kapolres cukup lama ngobrol bersama keluarga
maupun panitia. Namun, inti pembicaraan seputar pengamanan. “Kami akan
menugaskan 15 orang personil untuk mengamankan kegiatan doa bersama,”
jelas kapolres.
Pengamanan itu, bukan hal yang istimewa. Tetapi, merupakan salah satu
bagian dari kegiatan rutin menjelang pelantikan presiden. Karena itu,
kapolres meminta agar kegiatan pengamanan itu tidak ditarik-tarik,
misalnya terkait ancaman teroris dan sebagainya. “Prinsipnya, situasi
aman harus tercipta di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya Jakarta
atau Pacitan saja,” tandasnya.
Tidak itu saja, pengamanan juga dilakukan di gedung DPRD Pacitan. Di
gedung wakil rakyat itu, ditempatkan 4 orang polisi. Selain itu, juga
digelar patroli-patroli. Semua itu bertujuan menciptakan situasi aman
dan kondusif.
Kegiatan persiapan doa bersama juga terlihat di Mushola Nahdlotul
Umum, Tremas, Kec. Arjosari, Pacitan. Mushola, yang dulu menjadi
tempat lahirnya Presiden, juga akan digelar doa bersama dan Daf’ul
bala’, Senin (19/10) malam. Doa bersama itu akan dipimpin H. Asif
Hasyim Ihfan dan H. Rotal.

Leave a Reply