Kombinasi Pusat-Daerah, Penyangga Pengembangan Pariwisata

PEMERINTAHAN PACITAN – Pembangunan dan pengembangan pariwisata butuh dukungan dari
berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, masyarakat
juga harus dilibatkan karena kombinasi tersebut bisa menjadi tiang
kokoh dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Hal itu dikatakan
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
(Depbudpar), Bakri, saat menghadiri acara bertajuk “Sosialisasi Sadar
Wisata Melalui Media Tradisional” di Desa Purwoasri, Kecamatan
Kebonagung, Kabupaten Pacitan, kemarin (30/10).
Oleh sebab itu, pihaknya saat ini memang tengah gencar mengembangkan
desa-desa wisata. Paling tidak ada 104 desa di 17 provinsi, termasuk
Jatim, telah mendapat kucuran bantuan langsung untuk mengembangkan
desa wisata. Karena itu pencanangan program sadar wisata yang
bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata, terutama di
daerah-daerah, merupakan tanggung jawab semua pihak. “Bantuan untuk
Kabupaten Pacitan sendiri telah diusulkan dan masuk anggaran tahun
2010,” terang Bakri.
Dicontohkannya, Bali dan Yogyakarta. Di kedua daerah itu, kesadaran
masyarakat membangun dan mendukung sektor wisata telah tumbuh dengan
baik. Baik dalam hal sumberdaya manusia maupun partisipasinya. Bahkan,
pengenalan obyek-obyek wisata dibawa juga hingga ke kantor-kantor
maupun instansi tempat mereka bekerja. “Hal-hal seperti itu yang
semestinya dicontoh oleh daerah-daerah lain,” paparnya.
Lebih lanjut Bakri menjelaskan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS)
tahun 2008, total perputaran uang dari wisatawan domestik yang
bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan apapun mencapai
kisaran Rp 230 triliun lebih. Angka itu jauh lebih banyak dari
pemasukan kunjungan 6,5 juta wisatawan asing yang hanya menghasilkan
Rp 65 triliun. Menilik besarnya uang yang berputar, tentunya hal ini
menjadi potensi yang prospektif untuk dikembangkan. “Masyarakat harus
menjadi tuan rumah baik. Caranya dengan memberi rasa aman pengunjung
serta menjaga kebersihan. Juga penyediaan aksesmenuju obyek wisata
yang nyaman serta memadai,” pungkasnya.

Leave a Reply