Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) mulai berjalan

Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur, yang
sangat potensi untuk usaha ternak sapi. Terbukti, jumlah populasi
ternak sapi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan signifikan.
“Tahun ini, jumlah populasi berkisar 45 ribu, dengan kenaikan
rata-rata per tahun sebesar 1,5 persen,” kata Kasi Pembibitan Ternak,
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pacitan, Cahya, Selasa (13/10).
Bahkan, lanjut Cahya, jumlah kelahiran sapi cukup tinggi, yakni
sekitar 11 ribu kelahiran sapi. Hanya, transaksi sapi yang ke luar
dari Pacitan juga meningkat. Tidak itu saja, hampir 75 persen jenis
sapi yang diternak adalah limoasin dan si mental. Sedang sapi putih
atau sapi lokal mulai ditinggalkan peternak. “Harga jual tinggi dan
bobotnya pun lebih berat,” imbuhnya.
Diakuinya, meningkatnya usaha ternak sapi di masyarakat disebabkan
beberapa faktor. Diantaranya, lingkungan yang mendukung, budaya dan
tersedianya pakan ternak. Jika dihitung secara acak, ketersediaan
rumput dan limbah pertanian di Pacitan, mampu mencukupi sekitar 120
ribu ekor satuan ternak. Tetapi, saat ini, baru tercatat 63 ribu ekor
satuan ternak. Artinya, lingkungan dan ketersediaan pakan masih sangat
mencukupi utnuk pengembangan ternak.
Karena itu, program pemeritah segera menggulirkan Kredit Usaha
Pembibitan Sapi (KUPS), dinilai langkah yang tepat. Sebab, program itu
akan memotivasi masyarakat, khususnya menengah ke atas, untuk lebih
mengembangkan usaha ternak sapi.
Farouk Budi, Direktur Jaten Lembu Gemilang (JLG), membenarkan akan
digulirkannya program itu. Bahkan, satu-satunya pengusaha ternak
terbesar di Pacitan ini sudah mengikuti sosialiasi yang diadakan
Departemen Pertanian, bebrapa waktu lalu. “Pemerinah sudah menunjuk
lembaga perbankan untuk menyalurkan kredit sapi dengan bunga rendah (5
persen), jangka kredit 6 tahun dengan masa tenggang dua tahun,” terang
Farouk.
Dijelaskan, tujuan program itu untuk memotivasi masyarakat melakukan
pembibitan sapi, bukan penggemukan. Target, dalam kurun lima tahun ke
depan, secara nasional, akan ternuhi populasi ternak sapi sebanyak 1
juta ekor. Sebab, saat ini, Indonesia tengah mengalami krisis daging
sapi. Terbukti, untuk pemenuhan daging sapi, masih harus impor dari
luar negeri.
Mengenai teknis pelaksanaan program di Pacitan, masih akan dibicarakan
dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan setempat, Kelompok
Peternak Sapi Pacitan (KPSP) dan bank yan ditunjuk. Dan program itu,
bisa diakses oleh pengusaha sapi (memiliki ijin), koperasi dan KPSP.
Hanya, untuk KPSP, nantinya akan bermitra dengan pengusaha sapi.
“Diharapkan, pertengahan Desember nanti, Pacitan sudah mengajukan
program itu ke Pusat,” tandas Farouk.
Sebagai ilustrasi, pelaksanaan di lapangan nanti, pengusaha sapi
(sebagai inti) bermitra dengan KPSP (sebagai plasma). Dimana,
pengusaha akan melakukan pembinaan, mengusahakan pengadaan sapi pada
kelompok dan menjamin pemasarannya. Hanya, pihak pengusaha akan
memilih KPSP yang sudah mendapat rekomendasi dari dinas terkait.
Sementara, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan
Pacitan, drh. Fatkhur Rozi, mengungkapkan, sampai saat ini, sudah ada
sekitar 60-an KPSP. Dimana, setiap kelompok terdiri 20 sampai 30
orang. Artinya, setiap kelompok bisa mengambil sapi sebanyak 20 sampai
30 ekor. Jika dikalikan jumlah kelompok, tahun ini aka nada penambahan
sapi sebanyak 1.200 ekor. “Target tahun ini sebanyak 1000 ekor. Syukur
bsia lebih dari itu,” katanya.
Kendati begitu, pihaknya membuka kesempatan pada masyarakat yang ingin
membentuk kelompok baru. Hanya, setiap kelompok harus memenuhi syarat
yang sudah ditentukan. Salah satu syarat utama adalah kesiapan
kelompok, baik SDM maupun kelengkpan jaminan ke lembaga perbankan.
“Program ini cenderung ke usaha profit. Kalau program pengentasan
kemiskan digulirkan pemerintah melalui Departemen Sosial,” papar
Fatkhur.

kups sapi, kredit usaha pembibitan sapi, syarat kups, kredit usaha pembibitan sapi kups, kups, kredit usaha peternakan sapi, kredit usaha peternak sapi, kups di jombang, program kups, program Kredit Usaha Peternakan Sapi

One Response to “Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) mulai berjalan”

  • dafid dzikrulloh:

    hadiri,sarasehan sosialisasi kups ( Subsidi hanya untuk peternak besar ).tgl 2o juli jam 13.00 di gedung PSBR jombang.Pembicara,dinas peternakan propinsi jawa timur.Dinas keuangan propinsi jawa timur beserta bank bank di jawa timur.HUB 0321 7216425.bagi teman temen daerah lain,buat aja acara dengan tema kups,ketemukan dinas terkait dan lembaga keuanganya sekalin.biar clear masalah kups.ntar kita adakan temu kordinasinya di jakarta.info selanjutnya hub dafidloteng.Yahoo.co.id.trims

Leave a Reply