Makin marak pelajar hamil diluar nikah

Tangkal Kehamilan, Gelar Penyuluhan Reproduksi
KESEHATAN PACITAN-Maraknya kehamilan di luar nikah yang dialami pelajar
setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), membuat banyak kalangan
miris. Tentu saja, hal itu tidak saja merugikan pelajar seniri.
Tetapi, juga keluarga dan lingkungan, baik tempat tinggal maupun
lembaga sekolah. Penyuluhan reproduksi yang dilakukan PMR SMPN 1
Pacitan
, Sabtu (24/10) malam, di aula, kemarin, merupakan salah satu
upaya mencegah perilaku seks pranikah. “Kegiatan itu merupakan
rangkaian ujian pengambilan syal PMR dan reorganisasi pengurus,” kata
Murni, salah seorang Pembina PMR SMPN 1 Pacitan, kemarin (24/10).
Dijelaskan, kegiatan itu memang sudah beberapa kali dilakukan.
Tujuannya, memberikan informasi sejak dini pada para siswi seputar
reproduksi. Sehingga, pelajar mendapatkan pemahaman yang benar tentang
reproduksi. Tujuannya, mencegah para pelajar melakukan pernikahan di
usia muda serta memahami bahaya seks pranikah.
Hal senada diungkapkan dr. Hendra Purwaka, pembicara penyuluhan
reproduksi. Reproduksi, sangat penting dipahami remaja. Khususnya,
tentang perilaku seks diusia dini. Sehingga, dengan penjelasan
gambling yang disertai pemutaran film, semakin memperjelas remaja.
“Melahirkan itu sakit dan ada tanggung jawab. Tentunya, semua harus
dipersiapkan dengan matang,” kata Hendra.
Diakui, sebenarnya, dokter yang aktif diorganisasi PMI ini, akan
memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Tetaapi,, lantaran tema
itu sudah terlalu sering disampaikan. Disisi lain, tidak semua pelajar
menjadi pecandu atau pemakai narkoba. Berbeda dengan reproduksi, mulai
dari seks, hingga proses kehamilan, tentunya semua wanita ditakdirkan
mengalami.
Hendra mengaku gundah melihat kondisi sekrang ini. Apalagi, jika
terdapat remaja putri seolah tidak ada rasa khawatir tantang masa
depannya. Salah satu contoh kasusnya adalah adanya remaja yang hamil
sebeljum nikah. Bukan saja berat resiko dan dosanya. Tetapi,
menunjukkan tidak adanya rasa hormat oleh lawan jenisnya
Karena itu, Hendra berharap semua pihak, mulai orang tua, lingkungan
sekolah dan lingkungan tempat tinggal, harus mampu menciptakan suasana
kondusi. Paling tidak, orang tua atau lembaga pendidikan harus
menjelaskan arti seks secara benar. Misalnya, dengan memberikan
informasi tentang seks. Misalnya, penjelasan fungsi alat-alat kelamin
yang bisa menyebabkan kehamilan dan sebagainya.
Memang, dalam kegiatan penyuluhan yang diikuti oleh sekitar 230 orang,
menarik antusias pelajar. Tak pelak, dalam sesi pemutaran video yang
menampilkan proses panjang sebuah kehamilan, membuat ratusan peserta
menjadi riuh. Bahkan, ketika menjelaskan alat reproduksi, bebeapa anak
perempuan banyak yang menutup mata. “Asyik, Mas. Baru kali ini lihat
gambar gituan dengan jelas dan gamblang,” kata beberapa anak
bersamaan.

gambar orang yang hamil diluar nikah, remaja hamil diluar nikah, resiko kehamilan diluar nikah, resiko hamil diluar nikah, kejiwaan remaja hamil di luar nikah, hamil diluar nikah, berita anak smp yang hamil diluar nikah, Foto cewek donorojo pacitan, data tentang kehamilan di luar nikah, data seks pelajar di luar nikah 2009

Leave a Reply