Manajeman lalulintas perlu mendapat perhatian serius
Sampai saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas)
masih cukup tinggi. Itulah sebabnya, manajemen lalu lintas, khususnya
darat, perlu dilakukan penataan lagi. Paling tidak untuk mengurangi
tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya pada momen-momen seperti
menjelang lebaran. “Tingkat kepadatan arus lalu lintas melonjak
drastis dibanding hari-hari biasa. Kedepan manejemen lalu lintas perlu
ditingkatkan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” kata
Dirjen Perhubungan Darat Depertemen Perhubungan, Suroyo Alimoeso, saat
berkunjung ke Pacitan, Sabtu malam kemarin (10/10).
Penataan manejemen, lanjut Suroyo, mutlak diperlukan. Sebab, untuk
memberikan kenyamanan sekaligus keamanan pengguna jalan. Terlebih,
fakta di lapangan, angka kecelakaan di jalan raya masih cukup tinggi,
termasuk untuk tahun 2009 ini. Meski
jumlah korban jiwa menurun, tetapi persoalan kecelakaan lalu lintas masih
harus menjadi perhatian besar pada persiapan penyelenggaraan arus
mudik dan balik Lebaran di masa mendatang.
Sebagai ilustrasi, selama arus mudik dan balik lebaran saja, mulai
H-6 hingga H+3 sudah terjadi 1.444 kasus kecelakaan lalu lintas.
Ironinya, sebagian besar kasus kecelakaan saat mudik dan balik
melibatkan pengendara sepeda motor. Pasalnya, dalam beberapa tahun
ini, penambahan jumlah sepeda motor bertambah signifikan. Bahkan,
mudik menggunakan sepeda motor mulai menjadi trend. Padahal, menempuh
jarak yang sangat jauh. Disatu sisi, penambahan jumlah kendaraan tidak
diimbangi penambahan infrastruktur jalan berikut perangkat
pendukungnya. Disisi lain, kesadaran pengguna jalan raya masih cukup
rendah.
Karena itu, pihaknya terus mengupayakan perbaikan aturan main di jalan
raya. Salah satunya dengan terbitnya UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
nomor 22/2009. Dalam undang-undang itu, manajemen dan rekayasa lalu
lintas adalah serangkaian usaha dan kegiatan yang
meliputi perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan dan
pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan.
Tujuannnya, untuk mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan,
keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Pada arus mudik
dan balik lalu memang terjadi
kemacetan tetapi hanya pada ruas-ruas tertentu. “Itu terjadi karena
masih ada kelemahan informasi traffic di beberapa ruas,” ungkap
Soeroyo.
Sementara itu, terkait angkutan massal, Soeroyo mengatakan masih
mencukupi. Sebab, load factor (tingkat isian) angkutan baru mencapai
sekitar 90-an persen. Demikian juga dengan kereta api yang belum perlu
penambahan armada baru. “Tahun ini penumpang angkutan udara mudik naik
20 persen,” pungkasnya.