Mundur Saat Pemberkasan, Didenda 10 Juta

PENGUMUMAN HASIL CPNS PACITAN – Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten
Pacitan tahun 2009 ini, dipastikan bersih dari praktek percaloan
maupun perjokian. Pasalnya, sejak awal panitia telah melakukan
persiapan secara matang. Mulai dari persiapan administrasi, hingga
pengawasan dan koreksi dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi
terpercaya.
Bupati Pacitan, Sujono, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir
segala bentuk kecurangan yang ditemukan. Jika diketahui ada peserta
bermain curang, baik dalam bentuk percaloan maupun perjokian, nama
yang bersangkutan langsung dicoret.
Diakui, meskipun ada sejumlah formasi yang tidak terisi pendaftar,
namun secara umum animo masyarakat mendaftar cukup tinggi. Seperti
pada formasi tenaga kesehatan dan dokter. Dimana jumlah pendaftar jauh
lebih banyak daripada kuota yang dibutuhkan. Secara umum, pendaftar
juga didominasi warga Kabupaten Pacitan.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pacitan,
Mulyono, panitia sudah melakukan tugasnya maksimal. Tujuannya, agar
seleksi CPNS benar-benar bersih. Diantaranya, setiap ruang kelas,
panitia membatasi jumlah peserta maksimal 20 orang peserta. Demikian
pula tempat duduk peserta diatur sedemikian rupa. Sehingga bagi
peserta yang duduk bersebelahan, jawaban tidak sama. “Antar peserta
tidak saling menyontek,” kata Mulyono, kemarin (22/11).
Selain melakukan pangawasan ketat selama tes, pemkab juga
memberlakukan ketentuan tegas pasca ujian tulis. Yakni, adanya sanksi
keuangan. Jika terbukti ada peserta yang telah lulus seleksi
administrasi namun kemudian mengundurkan diri saat pemberkasan, yang
bersangkutan wajib membayar 10 juta rupiah ke kas daerah. Dana sebesar
itu, merupakan pengganti biaya penyelenggaraan ujian.
Ketentuan tersebut, lanjut Mulyono, telah disosialisasikan pada
peserta. Tujuannya, peserta yang mendaftar memang benar-benar siap
ditempatkan di Kabupaten Pacitan. Terlebih, secara umum, kebutuhan
personel terutama tenaga teknis, di lingkup pemkab masih cukup banyak.
Diakui, secara administrasi, panitia harus kerja ekstra keras untuk
menyeleksi berkas lamaran yang masuk. Pasalnya, banyak peserta yang
mengirimkan lebih dari satu lamaran. Ini dapat terjadi karena prosedur
pengiriman lamaran dilakukan melalui pos. Meski demikian, hingga ujian
tulis selesai, tidak ditemukan adanya peserta dengan nomor ujian
ganda.
Terkait adanya 5 formasi yang belum terisi pendaftar, Sekda Mulyono
berharap, kebutuhan tersebut akan terisi pada rekrutmen tahun depan.
Kelima formasi yang kosong tersebut adalah tenaga sanitarian,
pengawas benih, guru teknologi informasi SMP dan SMA serta penyuluh
kehutanan.

Leave a Reply