Pacitan Butuh Varian Baru Tanaman Hutan
PACITAN – Wilayah hutan yang tersebar di lima wilayah kecamatan di
Kabupaten Pacitan, memerlukan varian baru tanaman. Khususnya
wilayah-wilayah tangkapan air yang di sekitar Daerah Aliran Sungai
(DAS) Grindulu. “Pemerintah saat ini tengah mengupayakan penambahan
varian tanaman baru,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan,
Suyatno, Kamis (3/11).
Kelima daerah itu adalah Kecamaan Arjosari, Bandar, Nawangan dan
Kecamatan Tulakan. Selama ini, daerah-daerah tersebut dikenal
mempunyai lahan kritis paling banyak, dengan dominasi jenis tanaman
pinus.
Padahal, regenerasi pinus dikenal kurang baik. Artinya, tanaman tidak
akan tumbuh kembali setelah ditebang. Hal itu, berbeda dengan jenis
tanaman hutan lainnya, seperti di wilayah Pacitan barat. Diantaranya,
Kecamatan Punung, Pringkuku dan Kecamatan Donorojo. Di wilayah itu,
hutan-hutannya didominasi dengan tanaman jati. “Pohon jati atau
lainnya masih bisa tumbuh setelah ditebang. Kalau pinus, bisa tumbuh
lagi kecuali ditanami bibit baru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyatno mengungkapkan, variasi tanaman pada satu daerah
sangat penting. Tidak hanya bagi pemerintah semata. Tetapi juga untuk
warga sendiri. Terlebih, sebagian besar hutan di Pacitan adalah hutan
rakyat. Disisi lain, variasi tanaman menambah kerapatan vegetasi pohon
dan mengurangi jumlah lahan kritis.
Bahkan, nilai produksi varian tanaman yang ditawarkan pemerintah juga
akan memberi keuntungan bagi masyarakat selaku pemilik ladang atau
kebun hutan rakyat. Beberapa varian baru itu diantaranya, pohon jabon,
matoa, klengkeng, damar dan lain sebagainya. “Penganekaragaman tanaman
bertujuan agar tanaman tidak monoton dan tidak akan habis sekali
tebang”.
Untuk merealisasikan program itu, pemkab berupaya mendapat kucuran
dana dari pemerintah Pusat. Yakni, melalui Departemen Kehutanan RI
serta Departemen Pertanian. Pemkab sendiri juga telah berkomitmen
untuk mengalokasikan sebagian dana APBD 2010 untuk dana pendampingan
pelaksanaan program penghijauan dengan nilai berkisar Rp 600 juta.