Pariwisata Masih Menjadi Primadona Mendulang PAD
PARIWISATA PACITAN – Kendati megalami pasang surut, sektor pariwisata masih
menjadi primadona bagi Kabupaten Pacitan. Pasalnya, tahun ini,
pariwisata memasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan,
yakni Rp 900 juta lebih. Diperkirakan, hingga akhir tahun, bakal
tembus Rp 1 milyar. “Masih ada momen liburan Natal dan akhir tahun,”
kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
(Disbudparpora), Pacitan, M. Fathoni, kemarin (7/11).
Secara umum, perolehan pendapatan itu mengalami over target. Dari
target Rp 500 juta, hingga akhir Oktober tahun ini, sudah terealisasi
Rp 636 juta. Jika ditambah perolehan kontrak dari PT. El John sebesar
Rp 300 juta, totalnya mencapai Rp 936 juta. Itulah sebabnya, tahun
ini, Disbudparpora berani memprediksi pendapatan total mencapai Rp 1
milyar.
Diungkap, over target itu hamper terjadi disemua obyek wisata. Pantai
Tamperan (dari target Rp 19 juta terealisasi Rp 34 juta), Pantai Srau
(target 34 juta terealisasi Rp 43 juta), Pantai Klayar (target Rp 9
juta terealisasi Rp 13 juta), Pantai Taman (target 4 juta terealisasi
Rp 6 juta). Hanya Pancer Door (Teleng Ria sebelah timur) yang tidak
memenuhi target. Dari target Rp 3 juta terealisasi Rp 500 ribu.
Persoalannya, di kawasan baru itu masih belum dibangun fasilitas
penunjang.
Kenikan signifikan juga dialami obyek wisata non pantai. Goa Gong,
dari target Rp 242 juta terealisasi Rp 337 juta. Bahkan, Goa Tabuhan,
yang semula hanya dipatok Rp 4 juta, meroket mencapai Rp 51 juta.
Sedang pemandian Air Hangat ditarget Rp 124 juta terealisasi Rp 135
juta.
Pejabat yang dikenal koboi karena penampilannya ini, mengungkapkan,
realita itu menunjukkan industri pariwisata mulai pulih. Memang, dulu,
sektor ini sempat mencapai masa keemasan. Namun, pasca rangkaian
pemboman teroris dan bencana tsunami Aceh, mengalami penurunan tajam.
“Industri pariwisata dan sektor pendukung lainnya kembali bergairah,”
imbuhnya.
Diakui, selain iklim yang semakin membaik, pencapaian itu juga tidak
terlepas usaha satkernya gencar melakukan promosi maupun mencari
terobosan-terobosan. Bahkan, dalam melakukan promosi, juga sudah mulai
memanfatkan jasa even organizer. Baik local maupun luar Kota.
Mulai tahun ini, pihaknya juga mencari terobosan melalui kerja sama
tiga daerah Pacitan-Wonogiri-Wonosari (Pawonsari). Kerja sama yang
dibangun bersama sejumlah biro perjalanan wisata asal Yogyakarta dan
Solo itu, dengan menggulirkan program paket wisata. “Kemarin, paket
wisata itu sudah dimulai selama tiga hari”.
Hari pertama, rombongan wisata yang berjumlah sekitar 60-an orang itu,
dimanfaatkan menikamti potensi wisata dan suguhan makanan khas di
Wonosari (Gunung Kidul). Diantaranya, menikmati keindahan gunung api
purba, lembah kars mulo, maupun pantai sandak, yang kemudian
diteruskan menginap di Wonogiri.
Selain mendapatkan menu hiburan khas daerah, rombongan wisatawan juga
diajak mengunjungi obyek wisata kwasan kars, goa putri kencana, waduk
gajah mungkur, pantai nampu dan sembukan, yang diteruskan perjalanan
ke Pacitan. Di kampong halaman Presiden SBY ini, rombongan diajak
menginap di desa wisata, Desa Piton (Kecamatan Punung). Di desa itu,
wisatwan menginap di rumah-rumah penduduk, dengan hiburan malam
penampilan langen beksa.
Rangkain kunjungan wisata dimulai song terus, gua tabuhan, museum pra
sejarah dan dilanjutkan menikmati makan siang di pantai Teleng Ria.
Selanjutnya, rombongan diajak melihat rumah kecil Presiden SBY,
pemandian banyu anget dan berakhir di monument Pansar Jend. Sudirman.