Pemkab Ancam Blacklist Rekanan Nakal

PEMERINTAHAN PACITAN – Ternyata, sebagian proyek yang dibiayai APBD Kabupaten
Pacitan tahun 2009, bermasalah. Selain molor waktu pengerjaannya,
kualitas proyek dinilai kurang bagus. Bahkan, ada proyek bangunan yang
sudah rusak sebelum diresmikan. Hal itu diungkapkan Bupati Pacitan, H.
Sujono, setelah beberapa hari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke
sejumlah lokasi proyek. “Proyek yang tidak beres, jumlahnya cukup
banyak,” kata Sujono, kemarin (28/10).
Bupati mencontohkan, adanya jalan beraspal yang sudah ditumbuhi
rumput. Padahal baru selesai dikerjakan. Tentu saja, kualitas proyek
tersebut merugikan masyarakat. Sebab, proyek pembangunan diperuntukkan
masyarakat. “Kalau rekanan kelewatan, pemkab akan memblacklist,”
tandasnya.
Penegasan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, pemkab, sudah memberikan
keleluasaan pada pemborong untuk menggunakan anggaran sampai habis.
Kenyataannya, masih ada kualitas proyek yang mutunya jelek. Karena
itu, ke depan, pemkab akan mengurangi plafond proyek. Hal itu
dilakukan sebagai shock therapy pada pemborong nakal. Sebaliknya,
pemkab akan lebih banyak meluncurkan proyek swakelola berbasis
masyarakat. Pola swakelola tidak saja menghemat anggaran. Tetapi,
kualitas bangunan juga relatif lebih baik, lantaran masyarakat ikut
bertanggung jawab.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU dan Binamarga Kabupaten
Pacitan, Budiyanto mengatakan, kualitas proyek sebenarnya sudah
memenuhi standar. Namun, memang ada diantaranya yang molor
pengerjaannya, proyek infrastruktur jalan. Itu pun jumlahnya hanya
tiga paket. “Rata-rata suplai aspal ‘hot mix’ terlambat,” kata
Budiyanto.
Sebenarnya, sistem pengawasan proyek, telah dilakukan secara terpadu.
Tim evaluasi dan monitoring proyek, juga memberikan laporan resmi,
terkait kualitas proyek telah memenuhi ambang batas. Hanya, terkait
pengawasan memang ada kendala yang dihadapi petugas.
Idealnya, satu paket proyek diawasi oleh satu dua orang pengawas.
Sedang pengawas jalan hanya terdapat sekitar 15 orang petugas. Dari
sejumlah itu harus mengawasi sekitar 50 paket proyek lebih. “Kita
akui, dari sisi pengawasan masih ada kelemahan”.
Lebih lanjut, Budianto mengungkapkan, sesuai data didinasnya, total
anggaran proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Pacitan untuk tahun
anggaran 2009 ini mencapai Rp18 miliar. Dan itu terbagi menjadi 50
paket lebih. Sedang sesuai data, hingga akhir tahun 2008, panjang
jalan kabupaten di Pacitan mencapai 798 kilometer. Dari jumlah panjang
itu, 33,1 persen diantaranya dalam kondisi rusak, 21,9 persen dalam
kondisi sedang, dan sisanya sebanyak 45 persen dari total panjang
jalan kabupaten itu masih dalam kondisi baik.”Kondisi jalan yang masuk
kategori rusak dan sedang, saat ini mulai diperbaiki secara bertahap,”
pungkasnya.

Leave a Reply