Rebutan Cewek, Ratusan Siswa Nyaris Bentrok

PENDIDIKAN PACITAN – Didiuga persoalan cewek, dua lembaga sekolah di Pacitan, SMK
Bina Karya dan SMKN 3 nyaris bentrok, Jumat (23/10), kemarin. Tetapi,
guru dan polisi berhasil meredam emosi anak-anak. Kendati begitu,
suasana ‘siaga’ masih terasa dikedua lembaga sekolah yang mayoritas
laki-laki itu.
Kepala Sekolah SMK Bina Karya Pacitan, Drs. Kusyairi, mengaku belum
menerima laporan resmi terkait rencana perkelahian yang melibatkan
ratusan siswa-siswanya. Informasi batu didengar dari cerita orang di
luar. “Belum ada laporan resmi dari guru yang menanganinya,” terang
Kusyairi, kemarin (25/10).
Salah seorang Guru Agama SMK Bina Karya, Nanang Arifin, membenarkan
adanya perselesihan anak-anak kedua lembaga sekolah itu. Hanya,
persoalan itu sudah diselesaikan. Artinya, pelajar dan guru sudah
dipertemukan dan menghasilkan kesepakatan damai.
Tetapi, suasana kembali memanas setelah tersebar pesan singkat (SMS)
melalui HP, bahwa anak-anak SMK Bina Karya tidak ada apa-apanya.
Kendati SMS itu tidak jelas sumbernya, namun membuat ratusan pelajar
SMK Bina Karya tersinggung. Pesan itu dinilai sebuah ‘tantangan’. Tak
pelak, sepulang sekolah, ratusan anak-anak berkonsentrasi di depan
SMKN 3. Terlebih, jumlah total pelajar SMK Bina Karya itu sekitar
550-an anak, dan mayoritas laki-laki. “Untungnya guru mengetahui
rencana itu dan kembali meredam dengan mempertemukan siswa yang
bermasalah,” papar Nanang.
Santoso, urusan Humas SMK Bina Karya menambahkan, persoalan itu masih
dalam batas kewajaran. Artinya, tidak seperti anak-anak pelajar di
Kota besar. Kendati begitu, pihaknya gencar melakukan pengarahan dan
pembinaan melalui berbagai kesempatan. Baik dengan tatap muka langsung
maupun saat upacara bendera.
Diakuinya, perkelahian tidak kali ini saja terjadi. Dulu, juga pernah
anak didiknya berantem dengan SMAN I, SMK PGRI maupun SMKN 3. Tetapi,
bisa didamaikan dan tidak sampai menelan korban. Karena itu, lembaga
sekolahnya sangat mendukung jika pihak terkait (Satpol PP dan
kepolisian) menggelar operasi terpadu penertiban pelajar. “Semua hanya
untuk antisipasi saja,” ungkapnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Sekolah SMKN 3 Pacitan, Heru
Triyono, membenarkan adanya perselisihan antara anak didiknya dengan
pelaja SMK Bina Karya. Tetapi, permasalahan itu sudah ditangani.
Selalin mempertemukan siswa yang bermasalah, juga memanggil orang tua
yang bersangkutan. “Persolan pacar sudah selesai. Tiba-tiba muncul
persoalan lain, yang sifatnya tantangan dan membuat pelajar
tersinggung,” jelas Heru.
Jika dirunut, persoalan itu sangat sepele dan bersifat pribadi.
Tetapi, akhirnya dibesar-besarkan dan melibatkan ratusan pelajar
lainnya. Dan semua itu terjadi sepulang sekolah. Sebab, di dalam
sekolah suasana aman dan tertib. Begitu juga dengan siswa yang
bermasalah, juga dikenal pendiam. Di rumah juga rajin mengaji. “Semua
sudah diselesaikan oleh guru masing-masing. Dan siswa yang
bersangkutan juga sudah didamikan. Jadi tidak ada persoalan lagi,”
kata Heru.

guru pacaran dengan siswa, smk bina karya pacitan, bentrok anak sekolah, bina karya pacitan, cewek pacitan, cewex bina, rebutan pacar siswa berantem

Leave a Reply