Rencana Pembangunan Terminal Pacitan Tipe A Masuki Tahap Sosialisasi

PACITAN – Rencana pembangunan Terminal Bus Pacitan Tipe A, mulai
mengerucut. Hal itu ditandai dengan dimulainya tahapan awal koordinasi
antara satker terkait, Camat Pacitan, Lurah Ploso dan Lurah Baleharjo.
“Saat ini sudah dilakukan sosialisasi tahap awal,” Kata Kepala Bappeda
dan Penanaman Modal, Pacitan, Edy Yunan Ahmadi, kemarin.
Tahapan awal itu, akan dirangkai kegiatan sosialisasi-sosialisasi
lanjutan. Diantaranya, pemkab akan mengundang pihak-pihak yang
terdampak langsung dalam proses perluasan pembangunan terminal, yakni
warga. Tahapan terakhir, baru dilakukan sosialisasi secara menyeluruh
dan terpadu, terkait dampak lingkungan antara pemkab dan konsultan.
Dijelaskan, mengembangkan terminal bus yang ada saat ini, merupakan
keputusan final. Sebelumnya, ada beberapa alternatif lokasi
pembangunan terminal baru tersebut. Namun, setelah dilakukan kajian
dan anlisis, keberadaan terminal bus yang sudah ada merupakan pilihan
stretegis. Selain sesuai tata ruang, juga cukup strategis bagi
pengembangan perekonomian masyarakat. “Sebenarnya, yang paling tepat
di Kelurahan Ploso. Hanya, lokasinya merupakan lahan produktif”.
Karena itu, dalam perencanaan, pengembangan perluasan terminal bus itu
nantinya akan dirangkai dengan program Jalan Lintas Selatan. Artinya,
akan dibangun akses jalan sirip yang menghubungkan terminal dengan
JLS. Terlebih, berdasarkan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat,
terminal lama sebenarnya sudah masuk kategori Angkutan Antar Kota
Antar Propinsi (AKAP). Hanya, selama ini volume kendaraan relatif
kecil.
Disisi lain, terminal sekarang dinilai tidak memenuhi syarat secara
teknis. Misalnya, keberadaan pintu masuk dan pintu keluar terminal
berada di pinggir jalan dan satu jalan saja. Padahal, seharusnya,
pintu masuk dan ke luar harus berbeda, tidak berada pada satu jalan.
Itulah sebabnya, sesuai perencanaan akan dibuat dua pintu, yakni pintu
masuk dan ke luar.
Untuk keperluan proyek bersifat multi years ini, pemerintah akan
mengalokasikan dana secara bertahap. Untuk tahun 2010 ini, dianggarkan
sekitar Rp 8,5 milyar. Dengan rincian, Rp 1,5 milyar untuk pembebasan
lahan dan bangunan. Sedang pembagnunan fisik dianggarkan Rp 7 milyar.
Agar pelaksanaan proyek tidak mengganggu aktivitas terminal,
pembangunan akan dimulai dari belakang. Diantaranya, membangun
infrastruktur pendukung terminal, akses jalan ke JLS maupun pasar
Minulyo, Baleharjo dan sebagainya. Tahapan berikutnya, baru akan
diteruskan dengan bagian depan.
Sebab, pembangunan bagian depan hanya diperuntukkan bagi kawasan
parkir kendaraan pengunjung. Sehingga, pembangunannya bis dilakukan
belakangan. Dengan begitu, pembangunan jalan terus, namun aktivitas
terminal juga tidak terganggu.
Lebih lanjut, Yunan mengungkapkan, pembanguna terminal Tipe A tersebut
memang dilakukan dengan perencanaan matang. Paling tidak, pembangunan
itu diprediksikan masih relevan dalam kurun waktu 30 sampai 40 tahun
ke depan. Sehingga, tidak ada kesan pembangunan terminal itu
bermanfaat bagi masyarakat. “Pemkab tidak ingin seperti
terminal-terminal di daerah lain, setelah dibangun malah sepi,”
pungkasnya.

Terminal bus pacitan, perencanaan terminal bus, sosialisasi pembangunan jalan, rencana pembangunan jalan lintas selatan pacitan, rencana terminal tipe a pacitan, perencanaan terminal pacitan, sosialisasi pemilukada pacitan, tahapan rencana pembangunan terminal bus, perencanaan terminal darat, terminal pacitan

Leave a Reply