Sebagian Warga Belum Nikmati Listrik

POLITIK PACITAN – Kendati secara umum semua daerah sudah terjangkau aliran
listrik PLN, namun masih ada sebagian warga pedesaan belum
menikmatinya. Kebanyakan, adalah daerah di wilayah pelosok pedesaan.
“Persoalannya belum adanya jaringan listrik dibeberapa titik di
dusun-dusun,” kata Manager Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) PT. PLN
Pacitan, M Chamim, Selasa (17/11).
Data yang dimiliki PT. PLN, dari total sekitar 150 ribu kepala
keluarga (KK) yang ada, baru sekitar 77.200 KK yang menikmati aliran
listrik. Sulitnya kondisi medan membuat upaya pengembangan jaringan
alat penerangan ini terhambat. Artinya, untuk menjangkau titik-titik
pemukiman warga di wilayah pelosok butuh investasi lebih terkait
penyediaan infrastruktur. Padahal untuk tahun 2009, investasi PT. PLN
berada di angka nol. “Investasi nasional tahun ini difokuskan untuk
proyek 10 ribu megawatt,” terang Chamim.
Dijelaskan, setelah tahap pertama proyek 10 MW dibuka, PT. PLN kembali
mempersiapkan membangun proyek 10 MW tahap dua. Diperkirakan,
selesainya dua proyek tersebut akan menjamin ketersediaan listrik di
Indonesia hingga 5 tahun mendatang. Tak hanya di Jawa, proyek
pembangkit listrik juga akan dibangun di luar Jawa, mulai Nangroe Aceh
Darussalam (NAD) hingga Papua.
Karena itu, pihaknya menyambut baik jika ada pihak-pihak di luar PT.
PLN yang akan menyediakan energi listrik. Misalnya, dengan menyediakan
listrik tenaga surya. Seperti yang sudah ada di Kecamatan Punung
maupun Arjosari. Hanya, penyediaan tenaga listrik alternatif hendaknya
juga didukung pengembangan sumberdaya manusia. Khususnya, dalam hal
perawatan atau pemeliharaaan. “Kita mendengar banyak dari
komponen-komponen listrik tenaga surya yang rusak atau menurun
kemampuannya karena kurang perawatan,” paparnya.
Sedangkan terkait pembangunan infrastruktur penunjang PLTU Sudimoro,
Chamim menjelaskan, kini tengah dibangun Saluran Udara Tegangan
Menengah (SUTM) berdaya 20 kilovolt. SUTM dibangun antara area
penyulang listrik di Desa Nanggungan, Kecamatan Kota Pacitan hingga
lokasi PLTU. Proses pembangunan menyebabkan pemadaman pada tiga
kecamatan yang dilalui saluran tersebut, yakni Kecamatan Tulakan,
Ngadirojo dan Sudimoro. “Awalnya, pemadaman akan dilakukan setiap
hari. Namun kemudian diputuskan hanya pada hari Sabtu dan Minggu,”
jelasnya.
Sedang terkait pemadaman dilain tiga kecamatan itu, disebabkan sistem
lantaran terjadinya defisit listrik Jawa-Bali. Selain itu, juga
disebabkan adanya beberapa kerusakan komponen.

Leave a Reply