Serangan Babi Hutan dan Kera Resahkan Petani
PERTANIAN PACITAN -Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan
Arjosari, Pacitan, resah. Keresahan muncul setelah kawanan babi
hutan dan kera menyerbu lahan pertanian mereka dan memangsa tanaman yang
ada. “Kawanan babi hutan sering muncul di malam hari,” kata Sukiyo, petani
setempat, Minggu (6/12).
Akibat aksi kawanan hewan liar ini, para petani harus bekerja keras
mengamankan tanamannya. Berbagai upaya mereka lakukan. Salah satunya
dengan berjaga pada malam hari di areal persawahan. Namun karena
keterbatasan pandangan, kerap kali babi hutan masih bisa menerobos masuk
dan merusak tanaman. Upaya ini terkadang malah tidak berguna ketika petani
harus berhadapan dengan babi hutan berukuran besar. “Ya kita hanya bisa
berteriak sekuat-kuatnya agar celeng (babi hutan-red) pergi,” ujar Sumali
menimpali.
Selain berjaga, untuk meminimalisir serangan, petani sempat menggunakan
cara lama, yakni dengan racun. Tetapi hal ini tidak berhasil karena jumlah
babi hutan yang mati hanya beberapa ekor saja. Malah, kini upaya tersebut
dipandang sia-sia karena umpan berupa telor dan bekatul yang dicampur
insektisida sama sekali tidak diendus. Saat mencari makan, babi hutan
memangsa butir-butir padi dengan jalan merobohkan tanaman. “Jadi, siang
malam kita harus berada di sawah,” papar Sumali.
Tak hanya babi hutan, kawanan kera dan burung ikut meramaikan pesta di
lahan persawahan. Kera biasanya menyerang pada siang siang hari. Setiap
kali turun, jumlah kawanan bisa mencapai ratusan ekor. Jenis tanaman yang
disasar pun lebih beragam. Mulai palawija, padi hingga kelapa. Hewan
tersebut diketahui bersarang dan tinggal di perbukitan dan hutan di
sekitar persawahan. Sedangkan jenis burung penganggunya adalah pipit.
“Kalau tidak kita jaga, tidak bisa panen dan jumlah kawanan kera paling
sedikit 40 ekor,” jelasnya.
Luas lahan yang diserang diperkirakan mencapai puluhan hektar, meliputi
seluruh wilayah desa. Warga berharap bantuan dari instansi terkait maupun
pihak lain untuk mengatasinya. Misalnya dari Persatuan Menembak Sasaran
dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin). “Kami senang jika ada
pihak-pihak lain yang membantu para petani di sini,” jelas Sukiyo dan
Sumali hampir bersamaan.