Sirnoboyo Potensi Menjadi Pasar Ikan Segar
PACITAN – Ternyata, Desa Sirnoboyo, Kec./Kab. Pacitan, memiliki
potensi besar dalam pengembangan usaha perikanan laut. Pasalnya, para
nelayan yang jumlahnya seratusan lebih, didukung SDM yang memadai.
Persoalannya, keberadaan nelayan kurang mendapat dukungan pemkab
setempat. “Kami melihat dukungan pemkab setempat masih kurang,” kata
Yulius Harry Widodo, Ketua Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat
(P3M) Polyteknik, Madiun, usai pemberian bantuan kelompok nelayan di
Balai Desa Sirnoboyo, Selasa (15/12) malam, kemarin.
Kurangnya dukungan itu, lanjut Yulius, dilihat dari kondisi jalan di
desa tersebut. Sehingga, akses jalan yang kurang memadai itu
menghambat kegiatan perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan.
Padahal, Sirnoboyo sangat strategis dijadikan perkampungan nelayan
modern. Selain berada di wilayah perkotaan, memiliki SDM mumpuni.
Tentunya, sangat tepat jika di desa itu dibangunkan pasar ikan segar.
Sehingga, roda ekonomi masyarakat bergerak cepat. “Bahkan, ke depan,
bisa dijadikan salah satu icon Pacitan,” imbuh Yulius.
Dijelaskan, hampir selama tiga bulan lebih, pihaknya melakukan
pendampingan pemberdayaan para nelayan di Sirnoboyo. Selama kurun
waktu itu, dipergunakan memberikan penyuluhan dan pembinaan bagi para
nelayan. Baik penguatan kelembagaan, ketrampilan, pembinaan wira usaha
dan sebagainya.
Selama ini, para nelayan sudah membentuk kelompok. Paling tidak sudah
ada empat kelompok nelayan. Dimana, setiap kelompok beranggotakan 30
sampai 50 orang nelayan. Tentunya, jumla kelompok itu masih bisa
bertambah. Sebab, masih ada nelayan yang belum tergabung kelompok.
Seperti keberadaan koperasi misalnya, sebenarnya, para nelayan
memiliki greget yang cukup tinggi. Hanya, keinginan itu terkendala
pada modal awal. Itulah sebabnya, melalui program Direktorat
Pengabdian Pada Masyarakat (DP2M) Pendidikan Tinggi (Dikti),
Polyteknik Madiun, memberikan berbagai penyuluhan dan bantuan. Mulai
penyuluhan koperasi, computer, perawatan mesin, jiwa kepemimpinan dan
sebagainya. “Kami memberikan bantuan sejumlah uang dan satu unit
computer untuk nelayan,” terang Yulius.
Tidak itu saja, selama tiga bulan di Sirnoboyo, pihaknya juga
menghasilkan beberapa rekomendasi, yang perlu dijadikan referensi bagi
pemkab setempat. Diantaranya, perbaikan jalan, pembangunan tempat
menambat perahu maupun pembangunan pasar ikan segar.