UPP Pacitan, Juara Dua Nasional

PACITAN – Kendati baru tiga tahun terbentuk, Unit Pelayanan
Pengembangan (UPP) budidaya perikanan air tawar Pacitan, meraih juara
dua tingkat nasional. Paling tidak, dari jumlah total 136 kelompok
pembudidaya ikan (Pokdakan), 42 kelompok diantaranya tergabung dalam
UPP. Keberhasilan kelembagaan UPP itu mampu memenuhi 48,8 ton setiap
tahunnnya. “Kendati banyak kendala dalam budidaya ikan, peran aktif
UPP melakukan pembinaan dinilai bagus,” kata Kepala Dinas Kelautan dan
Perikanan Pacitan, Indartato, kemarin (19/10).
Dijelaskan, budidaya ikan masih sangat menjanjikan. Hal itu dilihat
dari estimasi kebutuhan masyarakat terhadap ikan mencapai kisaran 488
ton setiap tahunnya. Artinya, dari sejumlah Pokdakan yang ada, baru
bisa memenuhi 10 persen. “Sebagian besar masih dipasok dari luar
Kota,” imbuhnya.
Kepala dinas yang getol menggulirkan program untuk meningkatan
pendapatan petani (nelayan) melalui kelompok ini, mengungkapkan adanya
beberapa kendala dalam budidaya ikan. Persoalan air, masih sering
menghambat kelompok Pokdakan. Tidak itu saja, ketersediaan dan
mahalnya harga pakan, juga persoalan yang tidak sederhana. Terlebih,
hamper sekitar 70 persen biaya produksi budidaya ikan, untuk pemenuhan
pakan.
Sedang mengenai teknik pembesaran hingga panen, tidak ada persoalan.
Sebab, UPP terus melakukan pembinaan dan membentuk kelompok pemasaran
(pengepul). Sehingga, ketika kelompok menuai panen, langsung
dipasarkan, khususnya memenuhi kebutuhan lokal.
Hanya, budidaya ikan tawar ini memiliki resiko tinggi. Artinya, jika
gagal panen, tentu akan menderita kerugian. Sehingga, pihaknya,
melalui UPP terus melakukan pembinaan rutin. Baik mulai mencarikan
benih berkualitas, teknik pembesaran yang benar, pemasaran sampai
menjebatani akses permodalan kelompok ke lembaga perbankan.
Pria asal Ngadirojo yang pernah menjabat kepala Bappeda ini,
menceritakan sukses meraih penghargaan dari Menteri Kelautan dan
Perikanan, Freddy Numberi, merupakan upaya kerja keras staf dan
kelompok. Betapa tidak, tiga tahun lalu, saat UPP dibentuk, hanya
memiliki 5 Pokdakan. Setelah gencar bersosialisasi ke masyarakat di 12
kecamatan, dari tahun ke tahun mengalami penambahan jumlah kelompok
cukup signifikan.
Persoalannya, banyaknya kendala yang dihadapi kelompok, tidak semuanya
berjalan mulus. Paling tidak, dari jumlah total 136 kelompok, hanya 42
kelompok saja yang tergabung dalam UPP. Sedang kelompok lainnya pasif
atau angin-anginan saja.
Untuk membantu keberadaan kelompok dalam pemenuhan kebutuhan pakan
ikan, pihaknya juga sudah merencanakan mendirikan usaha pembuatan
pakan ikan. Terlebih, bahan baku pakan ikan juga cukup banyak di
Pacitan. Tentunya, jika sukses membuat pakan ikan sendiri dengan harga
realtif murah dibanding harga pakan pabrikan, akan sangat membantu
kelompok. Disisi lain, pakan buatan sendiri nanti, kualitasnya tidak
kalah dengan pabrikan.

pokdakan juara nasional, upp budidaya ikan

Leave a Reply