Jalan Penghubung desa wonokarto – ngadirojo sangat memprihatinkan

jalan desa wonokarto rusak parah

Kondisi jalan desa wonokarto

Pacitan. Sejumlah jalan di kecamatan hingga pelosok di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, saat ini rusak parah. Warga mengaku apatis karena kuantitas perbaikan jalan di daerah itu tidak kunjung tiba. Kondisi ini diperparah dengan adanya bencana tanah longsor dan hujan deras yang mengakibatkan badan jalan turun. Di desa Wonokarto khususnya, sudah bertahun tahun kondisi jalan yang menghubungkan desa Wonokarto dan Ngadirojo kondisinya sangat tidak layak. Selain aspal yang sudah hilang, badan jalan yang ambles sangat membahayakan pengguna jalan. Read the rest of this entry »

Puluhan CPNS Demo di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pacitan

CPNS Demo di BKD pacitan

ilustrasi

Pacitan – Menyusul belum adanya kepastian pengangkatan formasi hasil rekruitmen jalur umum Kabupaten Pacitan, Puluhan CPNS mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah setempat, Jalan JA Suprapto.
para pendemo meminta kejelasan nasib pasca belum turunnya SK penempatan hingga saat ini. Selain mendatangi BKP, para CPNS juga menyampaikan keluh kesahnya ke Komisi A DPRD Pacitan.

“Terus terang kami belum tenang sebelum SK turun,” kata seorang perwakilan CPNS yang enggan namanya disebutkan, Kamis (1/7/2010). Read the rest of this entry »

Razia Warnet di Pacitan temukan video mirip artis

razia video mesum ariel luna di pacitan

razia video mesum ariel luna di pacitan

Pacitan – Hebohnya kasus video porno yang diduga dilakukan artis ternama, mambuat jajaran di polres pacitan bertindak cepat.Aparat berbaju coklat tersebut merazia puluhan warnet di Kecamatan Kota. Hasilnya, 2 unit CPU berhasil diamankan. Sebagian berisi file video mesum mirip artis.

Barang-barang terlarang itu didapat dari dua warnet. Masing-masing di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Dari temuan tersebut, polisi memeriksa T (23) dan L (33) sebagai saksi. Read the rest of this entry »

Penipuan berkedok undian marak di Pacitan

penipuan berkedok undian berhadian

penipuan berkedok undian berhadian

Pacitan – Praktek dugaan penipuan berkedok pemberian hadiah kembali marak di Pacitan. Tak tanggung-tanggung untuk meyakinkan korban, pelaku iming-iming hadiah menggiurkan mengatasnamakan sebuah perusahaan multi nasional.

“Sepulang dari nonton sepak bola gajah di Lapangan Manggala Sakti saya menemukan amplop berisi kupon,” tutur tutur Ari (22), warga Kecamatan Tulakan, Rabu (22/6/2010).

Ari menuturkan, dia menemukan amplop tergeletak di aspal Jalan Agus Salim. Merasa aneh, ia memungut dan membukanya. Setelah dibuka, ternyata paket mini tersebut berisi kupon undian lengkap dengan PIN dan nomor telepon penyelenggara.

Selain itu, juga terdapat selembar surat rekomendasi dengan menggunakan identitas dan logo kepolisian. Bukan itu saja, di atas secarik kertas terpampang foto sejumlah pejabat terkait di Jakarta beserta tanda tangan dan stempel lembaganya.

“Siapa yang tidak tergoda, wong hadiahnya Kijang Innova. Tapi akhirnya saya ragu karena beberapa kali saya hubungi nomor teleponnya tidak pernah aktif,” tutur Ari.

Hal senada diakui Eko Setiawan (25), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kabonagung. Pria yang berprofesi sebagai penyiar radio itu menemukan mencurigakan tersebut saat hendak berangkat kerja. Bedanya, jenis hadiah yang ditawarkan adalah Daihatsu Xenia.

“Kuponnya masih saya simpan. Tapi terus terang dari semula saya tidak percaya. Lagian, kalau memang ada undian kan pasti diumumkan di media massa,” tandasnya.

Eko mengakui, sebelumnya ia pernah mendapat kupon serupa. Tapi ujung-ujungnya, pelaku minta dikirim uang. Alasannya, untuk pembayaran biaya BPKB dan STNK.

Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Sukimin, Rabu
(22/6/2010) mengimbau masyarakat tidak termakan dengan propaganda semacam itu. Apalagi penyelenggaranya pun tidak jelas dan terkesan tidak transparan.

“Modus operandinya bisa bermacam-macam. Kalau ada yang mengalami kejadian serupa, silakan melapor kepada kepolisian terdekat. Jangan sampai ada yang dirugikan atau menjadi korban,” tegasnya./dtk

Kapal tongkang kandas di teleng ria pacitan

kapal tongkang

kapal tongkang

Pacitan – Gelombang tinggi, sebuah tongkang pengangkut pasir besi terpaksa berlindung di Teluk Teleng Pacitan. Tongkang Pulau Jaya ditarik tug boat Bomas Sedayu bermuatan 9,66 metrik ton berlayar dari Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Namun saat melintas di perairan Pacitan, terjadi gelombang tinggi dan memaksa awak kapal merapat ke teluk.

“Tongkang mulai merapat pukul 05.30 WIB, Rabu (22/6/2010) pagi. Informasinya
ketinngian gelombang di tengah mencapai 5 meter,” ujar Kasat Polair Pacitan Aipda Yahudi kepada wartawan, Rabu (22/6/2010).

Yahudi mengungkapkan gelombang tinggi telah terjadi sejak seminggu lalu. Tentu saja, fenomena alam itu mengganggu lalu lintas di laut. Hingga pukul 16.00 WIB tug boat beserta tongkang masih bersandar di bagian timur Teluk Teleng. Rencananya, perjalanan akan dilanjutkan jika cuaca sudah normal. Read the rest of this entry »

Pelajar Pacitan nyaris bentrok

tawuran antar pelajarPacitan – Persoalannya sepele, tapi karena saling ejek puluhan siswa dari dua sekolah di Pacitan nyaris terlibat tawuran.

Informasi yang dihimpun kejadian bermula saat beberapa siswa SMK Bina Karya melintas di depan SMK Negeri 3, Jalan Letjen Suprapto .Entah apa sebabnya, beberapa siswa yang mengendarai sepeda motor itu mengember gas motornya.

Rupanya, tindakan itu membuat beberapa siswa SMK 3 yang berada di depan pintu masuk tersinggung. Para siswa dari dua sekolah kejuruan itu terlibat adu mulut. Ujungnya, siswa SMK Bina Karya mengancam akan mendatangi SMK 3 dengan membawa massa lebih banyak.

“Informasinya ada siswa SMK Bina Karya yang akan mendatangi SMK 3. Maka dari itu kita langsung melakukan pengamanan. Tapi sampai sekarang situasinya masih terkendali,” kata Kapolsekta Pacitan AKP Sardjono , Kamis (24/6/2010). Read the rest of this entry »

Warga Pacitan Ramai-ramai Nonton Gerhana Bulan

gerhana bulan pacitan

gerhana bulan pacitan

Gerhana bulan yang terlihat di wilayah Indonesia menarik perhatian warga. Seperti di Pacitan di sejumlah ruas jalan dipenuhi masyarakat yang ingin melihat fenomena alam dengan mata telanjang. Cuaca cukup cerah mendukung melihat bulan perlahan-lahan tertutup awan.
Masyarakat di kampung halaman Presiden SBY ini melihat gerhana bulan mulai pukul 18.30 WIB, Sabtu (26/6/2010).

“Mulai tadi saya sudah keluar rumah. Menakjubkan sekali. Jarang bisa menyaksikan pemandangan seperti ini,” kata Jumadi (42), warga RT 1 RW 7 Ploso, Pacitan.

Pantauan di lapangan, gerhana diawali tertutupnya sebagian kecil permukaan bulan. Bayangan yang mencitrakan warna hitam tersebut semakin melebar hingga menutup separuh bagian bulan. Bidang yang terang dan gelap dipisahkan garis lurus. Read the rest of this entry »

Kesulitan Air, Warga Pacitan Berencana Gelar Istisqa

PACITAN – Sebagian besar petani di Kabupaten Pacitan mengeluh.
Pasalnya, hingga saat ini, curah hujan sangat rendah. Akibatnya,
tanaman padi yang sudah ditanam terancam gagal panen. Menyikapi iklim
yang kurang bersahabat itu, ratusan warga di enam desa di
Kec./Kabupaten Pacitan, berencana menggelar shalat Istisqa atau shalat
minta hujan. Rencananya, Minggu (27/12) besok, warga melakukan sholat
Istisqa di lapangan sepak bola Desa Widoro, Kec./Kab. Pacitan. “Kami
sudah berkoordinasi dengan sejumlah warga di enam desa,” kata Kepala
Desa Widoro, Djazuli, kemarin.
Dijelaskan, keenam desa itu diantaranya, Desa Widoro, Semanten,
Ponggok, Nanggungan, Sambong, dan Desa Bolosingo. Namun, tidka menutup
kemungkinan, jumlah itu akan bertambah dari desa-desa lainnya.
Terlebih, persoalan itu dialami oleh semua warga, khususnya para
petani.
Memang, antusias warga mengikuti Istisqa cukup tinggi. Terbukti,
sebagian warga ada yang mengaku menjalani puasa terleboh dulu.
Tujuannya, agar keinginannya terkabul. Seperti diungkapkan Rahayu,
salah seorang warga, mengaku akan mengikuti Istisqa, dengan harapan
hujan segera turun. Sebab, jika hujan tidak segera turun,
dikhawatirkan tanaman padi yang sudah ditanam mengering dan mati.
“Sebagian petani sudah terlanjur tanam padi,” katanya.
Keinginan warga itu tidak terlepas dari kondisi terakhir saat ini.
Kendati sudah memasuki musim penghujan, namun curah huja yang
diharapkan masih relatif kecil. Bahkan, sudah satu bulan ini, tidak
turun hujan. Andaikan turun hujan hanya sesekali dan rintik-rintik
saja. “Sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman pertanian terhambat,”
ungkap Kuncoro.
Perlu diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan, khususnya di
bagian barat, mulai merasakan dampak perubahan iklim yan gtidka
menentu ini. Malahan, tanaman padi di areal sawah tadah hujan,
pertumbuhannya tidak normal. Artinya, kendati sudah berumur dua bulan
lebih, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda tanaman akan berbuah.
Karena itu, kegiatan Istisqa nanti, diharapkan warga, khususnya petani
menjadi solusi terkait perubahan iklim yang tidak menentu dan
merugikan aktivitas pertanian tersebut. Paling tidak, dengan turunnya
hujan, bias menyelematkan sebagian tanaman padi yang sudah terlanjur
di tanam.

Perajin Gula Jawa Pacitan Butuh Koperasi

PACITAN – Sekitar 500 orang perajin pembuat gula Jawa di wilayah
Kecamatan Donorojo, Pacitan, menginginkan berdirinya sebuah koperasi
untuk menaungi usahanya. Keinginan tersebut mencuat setelah para
petani merasa harga hasil produksinya selalu dipermainkan para
pedagang. “Harga gula sekarang anjlok mas,” kata Sogiran, salah
seorang perajin, kemarin.
Keinginan Sogiran ini diamini Wakino, pembuat gula Jawa lainnya.
Menurutnya, harga gula sekarang berada di kisaran Rp 6.500 per
kilogram. Nilai ini turun sekitar Rp 2.500 dari harga sebelumnya,
yakni Rp 9.000 per kilogram. Perajin pun tak punya pilihan lain.
Sebab, sampai sekarang belum ada koperasi yang menampung hasil
usahanya sehingga mau tidak mau mereka harus rela menjualnya ke
pedagang meski harganya kurang layak. “Kami berharap pemerintah daerah
bisa mendirikan koperasi agar para pedagang
tidak bebas mempermainkan harga,” ujarnya.
Memang, Desa Widoro merupakan salah satu sentra penghasil gula Jawa. Baik
Sogiran maupun Wakino, pada musim penghujan seperti saat ini mampu
memproduksi gula Jawa sebanyak 5 kilogram per hari. Sedangkan pada
musim kemarau, jumlah produksi sedikit menyusut. Yakni sekitar 3
kilogram per hari. Penyebab menurunnya produksi lebih banyak
disebabkan karena factor alamiah. Pada musim penghujan, jumlah bunga
kelapa lebih banyak dibanding ketika musim kemarau. Dari bunga itulah
kemudian perajin mengambil nira sebagai bahan baku gula Jawa.
Hanya, peningkatan produksi gula Jawa itu, tidak juga membuat
pengrajin tersenyum. Pasalnya, harga jualnya justru anjlok. Sehingga
keinginan pengrajin menikmati hasil produksi gulanya belum juga
terealisasi. Paling tidak, harga jual gula bertahan dengan harga
semula, yakni Rp 9.000 per kilogramnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Desa, Mahmudi, berharap
pemkab setempat memperhatikan nasib para petani kelapa. Diantaranya
dengan membentuk koperasi. Sehingga, harga jual produksi gula Jawa
relatif stabil. Ketidakpastian harga berimbas pada pendapatan petani.
Sebab, dengan turunnya harga jual, berdampak pada pendapatan mereka.
“Nantinya, koperasi itu akan kita gunakan untuk menampung hasil
produksi gula Jawa dari petani,” jelasnya.

Berencana Gelar Operasi Terpadu

PACITAN – Rupanya, masih banyak kendaraan plat hitan yang beroperasi
sebagai anggkutan umum di Pacitan. Realita itulah yang terkadang
memicu persoalan dengan pemilik kendaraan angkutan yang memiliki ijin
trayek. “Masih ada kendaraan plat hitam yang beroperasi sebagai
angkutan umum,” kata Kepala Dinas Perhubugan, Komunikasi dan
Informatika (Dishubkominfo), Pacitan, Sunaryo, kemarin.
Meyikapi kondisi itu, pihaknya berencana akan menggelar operasi
terpadu. Hanya, mengenai waktu pelaksanaan dan titik wilayah operasi
masih akan dikoordinasikan dengan jajarannya.
Diakuinya, memang masih ada beberapa kendaraan plat hitam sebagai
angkutan umum. Kebanyakan, di pelosok pedesaan. Persoalannya, jalur
tersebut jarang dilewati kendaraan angkutan umum. Disisi lain,
kendaraan plat hitam memberikan pelayanan dengan masuk jauh ke pelosok
pedesaan. “Kami masih mendata berapa banyak kendaraan plat hitam yang
dipergunakan sebagai angkutan umum,” imbuhnya.
Untuk menertibkan trayek di semua jurusan yang ada, lanjut Sunaryo,
memang butuh waktu. Pasalnya, secara geografis wilayah Kabupaten
Pacitan sangat memungkinkan beroperasinya kendaraan angkutan ilegal.
Sebagai contoh, untuk jalur-jalur sirip yang menghubungkan jalan utama
dengan wilayah pedesaan, belum seluruhnya terlayani angkutan umum
bertrayek. Akibatnya, celah tersebut dimanfaatkan angkutan plat hitam
untuk beroperasi. “Terkadang, penumpang juga tidak keberatan, karena
tidak punya pilihan lain”.
Kapolres Pacitan, AKBP Wahyono, membenarkan adanya rencana operasi
terpadu kendaraan, termasuk kendaraan plat hitam. Hanya, dalam
pelaksanaan perlu tahapan-tahapan. Misalnya, sebelumnya harus dimulai
dengan operasi simpatik. Artinya, pelanggar kendaraan akan diberikan
tegoran-tegoran. “Bagi pelanggar tidak langsung ditindak,” kata
Kapolres saat ditemui usai sosialisasi UU Lalu Lintas di Balai
Kelurahan Sidoarjo, Kec./Kab. Pacitan, kemarin (20/12).
Selain harus melalui tahapan-tahapan, pihaknya juga akan menyesuaikan
kondisi nasional. Terlebih, saat ini, kepolisian tengah menggalakkan
operasi citra. Karena itu, operasi penindakan baru akan dilaksanakan
pada pertengahan awal bulan tahun depan.
Sementara itu, dalam kegiatan sosialisasi UU Lalu Lintas, kapolres
banyak mengurai tentang analisa kecelakan lalu lintas, analisa dampak
lingkungan dan lain sebagainya. Mengenai kecelakaan lalu lintas,
misalnya, setiap kasus akan dianalisa secara menyeluruh tentang
penyebab kecelakaan. Apakah penyebabnya unsur manusia, kendaraan,
sarana jalan, lingkungan dan suaca. “Hal itu sebagai upaya mencegah
kejadian serupa terulang lagi, sekaligus menciptakan lalu lintas yang
aman,” tandas Kapolres.